ilustrasi(Antara)
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menegaskan bahwa penerapan program biodiesel B50 merupakan langkah strategis pemerintah untuk mempercepat terwujudnya swasembada energi. Program ini menjadi bagian integral dari visi Presiden Prabowo Subianto dalam membangun kemandirian daya nasional berbasis sumber daya domestik.
Sudaryono menjelaskan bahwa Presiden Prabowo menginstruksikan agar setiap program strategis dijalankan dengan pendekatan best fast result (BFR). Pendekatan ini menekankan pada pencapaian hasil terbaik dalam waktu nan singkat agar manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat.
"Presiden mau segala sesuatunya best fast result. Programnya besar, dikerjakan dengan cepat, dan memberikan akibat nyata. Potensi swasembada pangan kudu diwujudkan menjadi kenyataan. Potensi swasembada daya juga kudu diwujudkan menjadi kenyataan," ujar Sudaryono dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (20/7).
Optimalkan Sektor Pertanian untuk Energi
Menurut Wamentan, keberhasilan penerapan B50 menjadi bukti nyata keahlian Indonesia dalam mengoptimalkan sektor pertanian guna mendukung ketahanan energi. Melalui kebijakan ini, ketergantungan terhadap impor solar dapat ditekan secara signifikan lantaran separuh dari kebutuhan biodiesel dipenuhi dari minyak sawit produksi dalam negeri.
Ia merinci bahwa dalam skema B50, sebanyak 50 persen bahan bakar berasal dari minyak bumi domestik, sementara 50 persen sisanya berasal dari minyak sawit nan dihasilkan oleh para petani Indonesia.
"Ini menunjukkan negara agraris seperti Indonesia bisa memanfaatkan kekayaan alam dan kerja keras petaninya untuk mencapai swasembada energi," tuturnya.
Belajar dari Pengalaman Pandemi
Sudaryono menambahkan bahwa penguatan sektor daya ini tidak terlepas dari keberhasilan Indonesia dalam memperkuat sektor pangan terlebih dahulu. Ia berkaca pada pengalaman pandemi COVID-19, di mana setiap negara condong mengutamakan kebutuhan domestiknya sendiri, sehingga kemandirian menjadi nilai mati.
"Saat pandemi kita merasakan sulitnya memperoleh beras dari negara lain. Dari pengalaman itulah kita bekerja keras hingga akhirnya Indonesia mencapai swasembada pangan. Sekarang kita melangkah lebih jauh dengan memperkuat swasembada energi," jelasnya.
Pemerintah berkomitmen agar beragam potensi bangsa tidak hanya berakhir pada tataran wacana. Melalui konsep best fast result, setiap kebijakan strategis nasional didorong untuk dieksekusi secara sigap dan terukur.
"Kalau programnya besar tetapi terlalu lama dikerjakan, manfaatnya juga terlambat dirasakan. Karena itu Presiden selalu mendorong agar setiap kebijakan dieksekusi sigap dengan hasil terbaik," pungkas Sudaryono. (Ant/E-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·