Wamensos Tegaskan Kepala Sekolah Rakyat Harus Jadi Penggerak Perubahan

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Menteri Sosial (Wamensos), Agus Jabo Priyono, menegaskan Kepala Sekolah Rakyat bukan sekadar pengelola satuan pendidikan, melainkan pemimpin perubahan. Mereka mengemban misi besar untuk memutus rantai kemiskinan di Indonesia melalui jalur pendidikan.

Pernyataan tersebut dia sampaikan saat menutup Rapat Konsolidasi dan Pembekalan Kepala Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027 secara daring dari Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Rabu (8/7). Kegiatan nan dipusatkan di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta ini diikuti oleh 191 Kepala Sekolah Rakyat dan 12 PPK Wilayah.

"Hari ini adalah hari nan sangat spesial dan berhistoris lantaran kita sedang memulai perjalanan baru untuk menghadirkan pendidikan nan bisa mengubah masa depan anak-anak dari family nan selama ini belum mempunyai kesempatan nan sama," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (8/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Agus menjelaskan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan petunjuk langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Fasilitas pendidikan berasrama ini datang dengan support sarana modern untuk membebaskan anak-anak dari belenggu kemiskinan antargenerasi.

Negara membangun lembaga ini agar anak-anak dari family miskin dan miskin ekstrem dapat melewati keterbatasan. Oleh lantaran itu, kepala sekolah dituntut memastikan seluruh sarana dan prasarana dikelola secara ahli serta bertanggung jawab.

"Tugas kepala sekolah bukan hanya memastikan proses belajar mengajar melangkah dengan baik, tetapi gimana anak-anak nan kita dampingi dapat keluar dari garis kemiskinan dan mempunyai masa depan nan lebih baik," tegas dia.

Kemensos berkomitmen mengawal cita-cita para siswa dari family prasejahtera tersebut hingga tuntas. Dukungan dan pendampingan bakal diberikan sesuai dengan minat serta talenta nan dimiliki oleh masing-masing anak.

"Yang mau menjadi master kita antarkan menjadi dokter, nan mau menjadi TNI kita antarkan menjadi TNI, nan mau menjadi polisi kita antarkan menjadi polisi, dan nan mau menjadi pengusaha kita dampingi menjadi pengusaha," katanya.

Lebih lanjut, Agus mengingatkan pentingnya tata kelola sekolah nan transparan dan akuntabel. Lingkungan Sekolah Rakyat juga kudu menanamkan budaya disiplin, gotong royong, pelayanan, serta kerjasama nan kuat.

Tanggung jawab ini dinilai berbeda dari tata kelola lembaga pendidikan pada umumnya. Ada misi unik nan dititipkan negara kepada para pengajar di sekolah ini.

"Kita tidak hanya mengelola sekolah biasa. Sekolah Rakyat mempunyai tugas unik dan misi khusus, ialah memutus transmisi kemiskinan antargenerasi melalui pendidikan," ujar dia.

Menjelang penyelenggaraan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), para kepala sekolah diminta menjadikan momentum tersebut sebagai awal pembentukan karakter siswa. Budaya kerja keras, musyawarah, dan penghormatan terhadap sesama kudu mulai ditumbuhkan sejak dini.

Agus juga menyebut para kepala sekolah nan bekerja sebagai patriot pembebas kemiskinan. Mereka diharapkan menjadi pelita angan bagi family tidak bisa di seluruh penjuru Indonesia.

"Kalian adalah patriot, kalian adalah pejuang, kalian adalah pelita angan nan bakal menerangi kegelapan dan mengantarkan anak-anak menuju masa depan nan lebih baik," ujarnya.

Pada akhir arahannya, dia membujuk seluruh pihak mengenai untuk bekerja nyata di lapangan. Keberhasilan program ini bakal menjadi bukti bahwa status sosial ekonomi dapat diubah melalui intervensi pendidikan nan tepat.

"Mari kita buktikan bahwa kemiskinan bisa dikalahkan melalui pendidikan dan Sekolah Rakyat betul-betul menjadi jalan perubahan bagi saudara-saudara kita nan miskin dan tidak mampu," pungkas Agus.

(rir)

Add as a preferred
source on Google
Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional