Wamensos Ingatkan BMN Sekolah Rakyat Amanah Rakyat: Jangan Ada Penyelewengan

Sedang Trending 23 jam yang lalu
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menutup Pelatihan Pengelolaan BMN bagi Pengelola BMN Sekolah Rakyat Tahun 2026 di Bekasi, Jumat (8/5/2026). Foto: Biro Humas Kemensos/Ikhwan Syah Ishar

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menegaskan Barang Milik Negara (BMN) bukan sekadar aset administratif melainkan amanah rakyat nan kudu dijaga dan dikelola dengan penuh tanggung jawab.

BMN menurutnya menjadi simbol kehadiran negara sekaligus bukti bahwa negara tidak boleh abai kepada rakyat kecil. Hal itu disampaikan saat menutup Pelatihan Pengelolaan BMN bagi Pengelola BMN Sekolah Rakyat Tahun 2026 di Bekasi, Jumat (8/5/2026).

Agus Jabo menjelaskan, Sekolah Rakyat merupakan program dari Presiden Prabowo Subianto untuk memutus transmisi kemiskinan melalui pendidikan. Sejalan dengan Kemensos nan mendorong masyarakat miskin untuk graduasi, Sekolah Rakyat diharapkan dapat menjadi jalan untuk anak-anak tidak bisa dapat hidup berdikari dan lebih sejahtera.

"Mari kita memahami apa nan dijalankan oleh Pak Presiden sekarang ini, agar didalam kerja-kerja teknis, kerja-kerja operasional nanti, dari memulai proses pengajaran sampai mengurus persoalan teknis seperti mengurusi peralatan milik negara, kita betul-betul punya satu semangat kebangsaan bahwa kita bagian dari perubahan besar nan sekarang sedang dilakukan oleh Bapak Presiden," ujar Agus Jabo.

Kepada pengelola BMN, dia mengingatkan aktivitas ini bukan hanya menjaga barang-barang milik negara. "Hari ini kita tidak sedang berbincang sekadar tentang meja, tentang kursi, gedung, kendaraan, komputer alias inventaris negara. Kita sedang berbincang tentang amanah rakyat. Tentang angan orang-orang mini nan menitipkan masa depan anak-anaknya kepada negara," jelasnya.

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menutup Pelatihan Pengelolaan BMN bagi Pengelola BMN Sekolah Rakyat Tahun 2026 di Bekasi, Jumat (8/5/2026). Foto: Biro Humas Kemensos/Ikhwan Syah Ishar

Melalui Sekolah Rakyat semangat serta angan anak-anak nan putus sekolah dan tidak bisa berguru tumbuh. Mereka dijemput, didampingi, dan diantarkan untuk mewujudkan cita-cita mereka.

"Setiap bangku nan ada di sekolah rakyat, setiap lembar kasur di asrama, setiap laptop nan digunakan siswa untuk belajar, setiap piring makanan nan disajikan di dapur sekolah, semuanya berasal dari duit rakyat. Ini nan kudu diperhatikan," ucap Agus Jabo.

Ia menambahkan semua akomodasi tersebut berasal dari duit rakyat nan dititipkan. "Dari pajak para pendagang mini di pasar, dari keringat pekerja nan bekerja di pabrik-pabrik selama 8 jam kadang lembur, dari hasil panen petani, dari kerja keras nelayan nan berangkat sebelum mentari terbit, barang-barang nan kita urus kelak itu berasal dari pajak-pajak nan diambil dari saudara-saudara kita," urainya.

Menurutnya petugas BMN adalah penjaga kepercayaan negara. "Saudara adalah garda nan memastikan setiap peralatan negara betul-betul digunakan untuk kepentingan rakyat," ucap Agus Jabo.

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menutup Pelatihan Pengelolaan BMN bagi Pengelola BMN Sekolah Rakyat Tahun 2026 di Bekasi, Jumat (8/5/2026). Foto: Biro Humas Kemensos/Ikhwan Syah Ishar

Ia menguraikan jika aset negara rusak lantaran kelalaian, rakyat nan bakal dirugikan. Jika aset negara lenyap lantaran ketidakjujuran, rakyat nan kehilangan haknya. Kalau ada tindakan korupsi dalam pengelolaan BMN, maka nan dikhianati bukan hanya negara, tetapi masa depan anak-anak miskin Indonesia.

"Jangan pernah bermain-main dengan amanah ini. Hindari segala corak penyimpangan, hindari manipulasi, penghilangan aset, penggunaan kepentingan pribadi, alias praktek-praktek nan mencederai kepercayaan rakyat," tegasnya.

Ia membujuk untuk bangun budaya malu terhadap korupsi, bangun integritas dan menjadi bagian dari perubahan besar dan kebangkitan bangsa.

Kepercayaan itu bukan diberikan lantaran jabatan. "Di tangan bapak ibu, semua keberlangsungan sekolah rakyat dipertaruhkan. Di tangan saudara, duit rakyat diamanahkan agar betul-betul kembali untuk kesejahteraan rakyat," tegasnya.

Sebagai informasi, Pelatihan Pengelolaan BMN telah melangkah mulai tanggal 5 Mei 2026 dan diikuti oleh 332 peserta nan terdiri dari 166 wakil kepala sekolah bagian sarana prasarana dan 166 pengelola peralatan milik negara alias BMN dari Sekolah Rakyat di beragam daerah.

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menutup Pelatihan Pengelolaan BMN bagi Pengelola BMN Sekolah Rakyat Tahun 2026 di Bekasi, Jumat (8/5/2026). Foto: Biro Humas Kemensos/Ikhwan Syah Ishar
Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan