Wamenko Perekonomian Minta Investor Domestik Lakukan Perhitungan Saham Independen

Sedang Trending 2 hari yang lalu
Wamenko Perekonomian Minta Investor Domestik Lakukan Perhitungan Saham Independen Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian(MI/Naufal Zuhdi)

WAKIL Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Wamenko Perekonomian) Dradjad Hari Wibowo menyampaikan bahwa pemerintah bakal tetap melakukan reformasi tata kelola pasar modal imbas indeks penyedia dunia MSCI yang mengusulkan perubahan pengelompokkan pasar saham Indonesia dari nan sebelumnya Emerging Market (pasar berkembang) menjadi Standalone Market (pasar mandiri).

“Kita bakal tetap melakukan reformasi di tata kelola pasar modal kita. Tapi satu perihal nan mau saya sampaikan kepada teman-teman penanammodal domestik, ini tolong lakukan sendiri, hitung-hitungannya sendiri, bahwa MSCI itu punya reputasi tinggi, iya. Bahwa kita juga perlu memperhatikan apa nan mereka sampaikan, iya. Tapi satu nan mau saya sampaikan, mereka tidak selalu benar,” kata Dradjad saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (16/10).

Oleh karenanya, Dradjad meminta para penanammodal domestik untuk melakukan kalkulasi saham secara berdikari dan tidak mengandalkan MSCI.

“Tolong teman-teman penanammodal hitung sendiri. Anda lebih tahu mengenai pasar modal kita. Saya kasih contoh, kemarin di BPS kan saya mengatakan daya beli tidak melemah. Dan terbukti di kuartal ketiga ini diperkirakan pendapatan emiten-emiten konsumer itu bakal naik. Naiknya nyaris 6%. Kalau pendapatan emiten konsumer itu naik, artinya konsumsinya,” jelas dia.

Ia mencontohkan, salah satu kajian nan pernah dilakukan oleh Deutsche Börse menunjukkan indeks saham Jerman (DAX) mengalami kenaikan nan tinggi, bakal tetapi dinilai negatif oleh MSCI.

 “Artinya apa? Artinya tidak semua nan dilakukan oleh MSCI itu menguntungkan bagi investor. Mungkin ada nan bilang itu kan Jerman. Tapi ya, sama, lantaran penanammodal di Jermannya mereka juga berani melakukan hitung-hitungan sendiri sehingga mereka memandang potensi nan sebenarnya dari saham-saham nan ada di bursa Jerman, itu tahun 2025,” terangnya.

Maka dari itu, Dradjad berambisi para investor, pelaku pasar modal, maupun agen di Indonesia agar lebih independen.

“Perkuat kajian kalian, perkuat model-model kalian. Saya tahu banyak jago-jago matematika kok di Indonesia. Kebetulan saya juga senang modeling. Bisa melakukan modeling sendiri, bisa ngitung return saham kita sendiri. Bisa tahu kekuatan kita sendiri,” pungkasnya. (E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑