Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan (Wamenko Pangan) Hanif Faisol Nurofiq turut serta turun ke lapangan membantu pemadaman kebakaran lahan dan rimba di Kalimantan. Kemenko Pangan memang punya tugas di bagian lingkungan, nan membawahi kementerian lingkungan hidup.
Dalam unggahan pada akun instagramnya dikutip Senin (24/8/2026), pada Minggu (23/8/2026) Hanif berbareng Tim Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan, BPBD dan juga relawan bergerak sigap melakukan pemadaman titik api di wilayah perbatasan Hutan Lindung Lianganggang Kota Banjarbaru.
Hanif mengakui kondisi vegetasi lahan gambut serta serakan galaman dan alang-alang kering sangat memicu kobaran api, untuk itu mitigasi pemadaman api tidak lagi bisa dilakukan secara sektoral. Wajib dilakukan semua unsur termasuk relawan masyarakat.
"Ayo penduduk Kalsel kita berbareng bahu membahu padamkan api di sekitar kita," kata Hanif.
Ia menegaskan penanganan dan pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) nan sedang terjadi di beberapa wilayah kudu dilakukan secara kolektif.
"Mitigasi penanganannya tidak bisa parsial, semua komponen kudu bergerak membagi titik dengan strategi pagar betis. Kemarin saya ke Kalimantan Tengah dan hari ini kembali ke Kalimantan Selatan untuk memandang titik api," jelas Hanif.
Hanif berambisi Pemerintah Provinsi perlu mengkombinasikan seluruh potensi, mulai dari BPK swasta, unit-unit relawan, hingga ASN di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
Pemadaman api dengan Tim Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan. (Tangkapan layar @haniffaisolnurofiq's) Foto: Pemadaman api dengan Tim Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan. (Tangkapan layar @haniffaisolnurofiq's)
"Potensi titik api diprediksi terus berjalan hingga puncak musim tandus berhujung pada November mendatang, sesuai dengan info akademis BMKG. Maka dibutuhkan langkah sigap dan terukur seperti memadamkan langsung titik api yg muncul dan mencegah bibit api. Jika tidak dilakukan secara kolektif dan sigap maka biaya yg ditimbulkan bakal jauh lebih besar," katanya.
(hoi/hoi)
[Gambas:Video CNBC]
52 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·