Wamenkes Sinyalkan Pencegahan Rokok akan Masuk Kurikulum Sekolah

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Wamenkes Sinyalkan Pencegahan Rokok bakal Masuk Kurikulum Sekolah Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (tengah) berbareng Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono (kiri) dan Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus (kanan) menyampaikan paparan bagian kesehatan di Jakarta, Jumat (17/10/2025). Dalam kesempatan terseb(ANTARA FOTO/Reno Esnir/app/agr)

WAKIL Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin P. Octavianus mengatakan pencegahan rokok di usia muda kudu masuk ke lingkungan sekolah secara masif, apalagi dipertimbangkan untuk masuk ke kurikulum pendidikan formal. Dengan demikian, anak-anak mendapatkan pemahaman soal ancaman rokok.

"Kalau kita tahu usianya 14 tahun [mulai merokok], maka aktivitas ini kudu dimulai di SMP secara masif," kata Benjamin dalam keterangannya, Kamis (4/6).

Ia menilai, edukasi kesehatan perlu diberikan secara ilmiah agar anak-anak dan remaja memahami akibat merokok terhadap kesehatan sejak dini.

"Kita perlu lebih banyak mengedukasi masyarakat secara ilmiah mengenai akibat merokok terhadap tubuh. Orang dididik untuk mengerti akibat fisiologis daripada merokok terhadap paru, terhadap organ tubuh itu apa," ujarnya.

Menanggapi tren penggunaan rokok elektronik dan vape di kalangan anak muda, Benny sapaan akrabnya, menegaskan bahwa produk tersebut tidak aman. 

Kandungan nikotin dan aerosol pada rokok elektronik, ujar dia, tetap dapat menyebabkan peradangan pada saluran pernapasan, mengganggu kegunaan alveoli paru, serta meningkatkan akibat kerusakan paru dalam jangka panjang.

"Kerusakannya sama dengan merokok, enggak ada bedanya. Dampaknya terhadap kerusakan paru maka kegunaan paru kita pasti bakal menurun," tegasnya.

Benny membujuk generasi muda menjadikan kesehatan sebagai modal utama menuju Indonesia Emas 2045. Edukasi nan tepat bakal membantu anak-anak dan remaja memahami akibat merokok sehingga bisa mengambil keputusan nan lebih sehat.

"Kalau kalian mau berprestasi, siapa sih nan enggak mau hidup sehat? Saya percaya generasi muda kita bakal menjadi generasi emas di tahun 2045. Mereka kudu peduli bahwa kesehatan itu sangat krusial lantaran mereka calon pemimpin masa depan," pungkasnya. (H-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia