Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak mengimbau jamaah haji siapkan bentuk hadapi rute Mina-Jamarat.(Dok. McH 2026/Akmal)
WAKIL Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mengimbau jamaah calon haji Indonesia untuk menyiapkan stamina fisik nan prima menjelang puncak ibadah di Mina. Hal ini diperlukan guna menghadapi rute jalan kaki nan cukup panjang dari tenda menuju tempat melontar jumrah di Jamarat.
Wamenhaj menjelaskan bahwa jarak dari tenda terjauh di Markas 12 menuju Jamarat mencapai sekitar 3,5 kilometer. Dengan demikian, jamaah kudu menempuh perjalanan pulang-pergi sejauh 7 kilometer setiap harinya selama berada di Mina.
“Dari tenda terjauh kita di Markas 12 ke Jamarat itu kemungkinan 3,5 kilometer. Jadi jika pulang kembali perhitungannya 7 kilometer per hari,” ujar Dahnil saat meninjau akomodasi tenda di Mina dan jalur menuju Jamarat, Arab Saudi, Sabtu (23/5).
Estimasi Jarak Tempuh
Berdasarkan kalkulasi teknis, total jarak nan bakal ditempuh jamaah selama fase di Mina cukup signifikan tergantung pada pilihan nafar nan diambil:
- Nafar Awal: Estimasi total jarak tempuh melangkah kaki mencapai 21 kilometer.
- Nafar Tsani: Estimasi total jarak tempuh melangkah kaki mencapai sekitar 28 kilometer.
Dahnil menekankan bahwa fase di Mina memerlukan pergerakan bentuk nan jauh lebih besar dibandingkan saat Wukuf di Arafah alias Mabit di Muzdalifah, di mana jamaah condong lebih banyak berdiam diri untuk berdoa.
Kesiagaan Petugas
Untuk mengantisipasi hambatan di lapangan, pemerintah telah menyiagakan petugas operasional dan perlindungan di lima titik pos sepanjang jalur Jamarat. Petugas tersebut dapat diidentifikasi melalui seragam dan topi berwarna cokelat.
“Informasi krusial untuk jamaah calon haji kita nan melalui jalur ini, minta untuk tidak panik dan tetap bergerak secara rombongan. Jika memerlukan bantuan, petugas berseragam cokelat bakal tersebar, sehingga mudah dihubungi saat jamaah calon haji butuh pertolongan,” tegasnya.
Sebagai persiapan akhir sebelum memasuki puncak Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina), jamaah diminta memanfaatkan waktu senggang untuk beristirahat total, menjaga pola makan, dan memperbanyak angan agar kondisi kesehatan tetap terjaga hingga seluruh rangkaian ibadah selesai. (Ant/Z-10)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·