Wamendagri Wiyagus Minta Brebes Jadikan Budaya Pilar Pembangunan

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta -

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus mendorong Pemerintah Kabupaten Brebes terus memperkuat pemajuan kebudayaan lokal. Langkah strategis ini dinilai krusial sebagai pilar penyokong laju pembangunan wilayah secara berkelanjutan.

Wiyagus menyebut kekayaan warisan leluhur bukan sekadar identitas pembeda suatu wilayah semata. Ia memandang kebudayaan mempunyai potensi besar untuk dikembangkan menjadi kekuatan pendorong ekonomi kerakyatan.

"Tema ini sangat relevan lantaran kebudayaan Indonesia tumbuh dari keragaman nan dipertemukan dalam harmoni. Konstitusi kita menyatakan negara memajukan kebudayaan nasional di tengah peradaban bumi dan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara serta mengembangkan nilai-nilai budayanya," ujar Wiyagus pada keterangan tertulis, Minggu (30/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pesan tersebut disampaikannya langsung saat membuka arena Brebes Culture Festival 2026, Sabtu (29/8). Kegiatan bertema Pesona Nusantara dalam Harmoni Budaya Brebes ini dipusatkan di sepanjang Jalan Pangeran Diponegoro, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Amanat pemajuan kebudayaan turut diperkuat melalui landasan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017. Regulasi tersebut mencakup aspek pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, sekaligus proses pembinaan. Integrasi urusan budaya dengan program pembangunan menjadi keharusan lantaran sektor ini termasuk kewenangan pemerintahan konkuren.

Kabupaten Brebes sendiri terbukti mempunyai modal kesenian tradisional nan sangat mengakar di tengah masyarakat. Berbagai kesenian mulai dari wayang golek, kuda lumping, ronggeng, sintren, hingga burok tetap terus dilestarikan. Wilayah ini juga kebanggaan tersendiri berkah Tradisi Ngasa dan telur asin nan telah berstatus Warisan Budaya Takbenda Indonesia.

Pelestarian kekayaan Nusantara dipastikan membawa akibat positif berlapis bagi kemajuan suatu daerah. Wiyagus menegaskan upaya memajukan budaya berkontribusi langsung terhadap peningkatan taraf kesejahteraan penduduk setempat.

"Pemajuan kebudayaan berkontribusi langsung terhadap tiga parameter makro pembangunan wilayah nan menjadi tolak ukur keberhasilan kita bersama. Ketiga parameter tersebut ialah pertumbuhan ekonomi, pengendalian inflasi, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat," kata Wiyagus.

Pemerintah wilayah didorong untuk memperkuat pedoman info kebudayaan sebagai referensi perencanaan dan penganggaran anggaran. Generasi muda juga perlu diberikan ruang kreasi lebih luas agar bersedia meneruskan tongkat estafet tradisi tersebut. Pemanfaatan teknologi digital absolut diperlukan selagi tetap memegang teguh nilai dasar warisan bangsa.

Kolaborasi aktif antara komunitas, lembaga pendidikan, dan pemangku kebijakan menjadi kunci utama kesuksesan. Wiyagus menilai penyelenggaraan pagelaran budaya di Brebes ini sangat sejalan dengan visi prioritas Asta Cita.

"Kedelapan prioritas ini jika ditarik ke dalam konteks pemajuan kebudayaan di Brebes sesungguhnya saling menopang dalam satu rantai nan sangat utuh. Penguatan ideologi dan kerakyatan menjadi fondasi agar kebebasan berekspresi budaya tetap hidup dalam bingkai persatuan," jelasnya.

Rangkaian pagelaran budaya ini diharapkan tidak sekadar menjadi arena seremoni seremonial setiap tahun. Pemkab diminta serius membangun ekosistem kebudayaan melalui pendataan objek, pembinaan seniman, hingga promosi promosi masif. Langkah konsisten ini diyakini sanggup memperkuat kebanggaan masyarakat lokal terhadap kekayaan tradisi Nusantara.

(prf/ega)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News
↑