Jakarta, CNN Indonesia --
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) RI Bima Arya Sugiarto merespons sayembara penduduk tangkap begal nan digelar Gubernur Jabar Dedi Mulyadi (KDM).
Ia menekankan pentingnya kepala wilayah untuk tetap tunduk pada koridor norma dalam berinovasi mengatasi suatu masalah.
"Saya kira teman-teman kepala wilayah kudu memastikan bahwa semua melangkah dalam koridor hukum," kata Bima Arya di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (28/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bima Arya menekankan pentingnya koordinasi antara Pemda dengan abdi negara penegak hukum.
Ia beranggapan salah satu upaya menekan persoalan pemalak itu merupakan penguatan gelar patroli oleh abdi negara penegak hukum.
Bima Arya mengatakan gelar patroli itu memberikan kesan bahwa pemerintah wilayah datang langsung di lapangan.
"Jadi jangan langsung melompat menurut saya ke inovasi-inovasi nan lain," ujarnya.
Dedi Mulyadi menggelar sayembara bagi warganya nan sukses menangkap pelaku begal, copet, jambret, hingga pelaku kejahatan jalanan.
Ia mengatakan, bingkisan duit sengaja disiapkan sebagai pemicu agar masyarakat lebih aktif menjaga keamanan lingkungan, bukan untuk mendorong tindakan main pengadil sendiri.
Dedi mengatakan, bingkisan senilai Rp5 juta hingga Rp50 juta hanya bakal diberikan kepada penduduk nan memenuhi syarat ketat.
Ia menegaskan bahwa pelaku kudu diserahkan kepada pihak kepolisian dalam keadaan hidup dan kemudian ditetapkan sebagai tersangka oleh penegak hukum.
Kapolda Jawa Barat Irjen Pipit Rismano menyambut positif sayembara itu. Ia menilai sayembara itu merupakan pemberi motivasi agar penduduk turut bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Belakangan, buahpikiran itu menuai kritik. Salah satunya dari Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid.
Usman menyatakan sayembara itu justru berisiko melegitimasi tindakan main pengadil sendiri di lapangan.
Ia menyatakan tugas itu merupakan tanggung jawab Gubernur dan Kapolda Jabar untuk menjaga keamanan dan ketertiban norma dengan meminta masyarakat ikut terlibat dalam menindak tindakan begal.
Usman pun mengatakan sebaiknya Gubernur dan Kapolda Jabar konsentrasi pada tugasnya dengan menambah patroli, CCTV terintegrasi, perbaikan penerangan jalan rawan begal, percepat respons laporan, dan usut tuntas jaringan penadah begal.
(mnf/dal)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
42 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·