Menurut Wiyagus, Kota Jambi mempunyai modal nan kuat untuk mengembangkan strategi tersebut lantaran dipimpin oleh kombinasi kepala wilayah dengan latar belakang birokrasi dan bumi usaha. Ia menilai, sinergi tersebut dapat menghadirkan beragam penemuan pembiayaan di luar sistem konvensional.
"Jadi jika bicara creative financing sudah ideal. Jadi, gimana lahan tidur nan menjadi aset-aset pemerintah wilayah ini betul-betul bisa diberdayakan, bisa menghasilkan keuntungan lah ya untuk menambah PAD," tegasnya.
Selain itu, Wiyagus membujuk seluruh jejeran Pemerintah Kota Jambi untuk terus memperkuat kerjasama dengan sektor swasta dan beragam pemangku kepentingan lainnya. Menurutnya, langkah tersebut dapat mendorong terwujudnya kemandirian fiskal sekaligus mempercepat pembangunan daerah.
"Harapan kita tentunya pemberdayaan pihak ketiga juga ikut bertanggung jawab untuk membangun Kota Jambi ini menjadi kota nan tidak hanya berpikir konvensional lagi, tidak terlalu tergantung kepada pemerintah pusat," pungkasnya.
Sebagai informasi, aktivitas tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Taufik Hidayat, Wali Kota Jambi Maulana, Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, jejeran staf mahir dan asisten di lingkungan Pemerintah Kota Jambi, serta para camat dan lurah se-Kota Jambi.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·