
Peluang Kerja (Foto: Okezone)
JAKARTA - Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menilai peluang kerja bagi tenaga kerja Indonesia di luar negeri tetap terbuka lebar. Untuk memanfaatkan kesempatan tersebut, masyarakat khususnya peserta training vokasi didorong tidak hanya menguasai keahlian teknis, tetapi juga keahlian bahasa asing sesuai negara tujuan.
Menurutnya, penguatan keahlian bahasa perlu menjadi bagian krusial dalam penyelenggaraan training vokasi lantaran menjadi salah satu persyaratan utama di sejumlah negara tujuan penempatan tenaga kerja.
"Ke depan, keahlian bahasa perlu semakin diperkuat dalam training vokasi. Kebutuhan tenaga kerja di luar negeri cukup besar, sehingga peserta tidak hanya kudu mempunyai keahlian teknis, tetapi juga keahlian bahasa nan sesuai dengan kebutuhan bumi kerja," ujar Afriansyah dalam keterangan resmi, Sabtu (1/8/2026).
Ia menjelaskan, training vokasi kudu terus diselaraskan dengan kebutuhan pasar kerja agar lulusannya mempunyai kompetensi nan relevan dan bisa bersaing, baik di dalam maupun luar negeri. Selain skill teknis, keahlian bahasa dinilai menjadi nilai tambah bagi peserta nan mau bekerja di luar negeri.
Afriansyah mencontohkan, calon pekerja nan bakal bekerja di Jepang umumnya diwajibkan mempunyai keahlian bahasa Jepang minimal level N4 sebagai salah satu syarat dasar untuk penempatan kerja.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·