Wamenaker Dorong Sertifikasi Kompetensi Kampus Menuju Indonesia Kompeten 2045

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Wamenaker Dorong Sertifikasi Kompetensi Kampus Menuju Indonesia Kompeten 2045 Seminar Nasional Mercu Buana Competency Network (MBCN) 2026 berjudul “Akselerasi Transformasi Pendidikan Tinggi Melalui Sertifikasi Kompetensi Menuju Indonesia Kompeten 2045”.(MI/HO)

WAKIL Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Afriansyah Noor, menegaskan bahwa perguruan tinggi memegang peranan krusial dalam menciptakan sumber daya manusia (SDM) unggul melalui penguatan sistem sertifikasi kompetensi. Hal ini merupakan bagian dari transformasi pendidikan tinggi guna menyongsong visi Indonesia Kompeten 2045.

Pernyataan tersebut disampaikan Afriansyah saat menjadi pembicara utama dalam Seminar Nasional Mercu Buana Competency Network (MBCN) 2026 berjudul “Akselerasi Transformasi Pendidikan Tinggi Melalui Sertifikasi Kompetensi Menuju Indonesia Kompeten 2045”. Acara ini berjalan di Auditorium Tower Lantai 7 Kampus Universitas Mercu Buana, Senin (8/6/2026).

Dalam paparannya, Afriansyah menyoroti dinamika bumi kerja nan semakin kompetitif. Menurutnya, piagam akademik saja tidak lagi cukup untuk menjamin keterserapan lulusan di industri. "Ijazah menunjukkan seseorang telah menyelesaikan pendidikan, namun sertifikasi kompetensi membuktikan bahwa dia bisa melaksanakan pekerjaan sesuai standar pekerjaan secara objektif," tegasnya.

Sinergi Pendidikan dan Industri

Wamenaker menambahkan bahwa kampus kudu beralih bentuk dari sekadar mencetak lulusan menjadi pencetak tenaga kerja nan siap berkarya dan berwirausaha di level global. Keberadaan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pihak Pertama (P1) di lingkungan kampus dinilai sebagai jembatan strategis untuk menyelaraskan kurikulum pendidikan dengan kebutuhan riil pasar kerja.

Universitas Mercu Buana (UMB) sendiri telah mengimplementasikan komitmen ini melalui LSP P1 UMB. Rektor UMB, Andi Adriansyah, membuka secara resmi agenda nan dihadiri oleh jejeran ketua universitas serta tokoh-tokoh krusial di bagian sertifikasi dan pendidikan tinggi.

Data Penyelenggaraan MBCN 2026:

Kategori Data Keterangan
Total Peserta Seminar 436 Peserta
Peserta Pelatihan Integrasi Kurikulum 62 Peserta
Jumlah Perguruan Tinggi Terlibat 36 Perguruan Tinggi
Cakupan Wilayah 13 Provinsi di Indonesia
Fokus Utama Sertifikasi BNSP & Indikator Mutu Akreditasi

Kolaborasi Nasional

Ketua LSP UMB sekaligus Ketua Panitia MBCN 2026, Haekal Fajri Amrullah, menjelaskan bahwa forum ini tidak hanya sekadar seminar, tetapi juga mencakup training integrasi kurikulum berbasis Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Selain itu, dilakukan sharing session mengenai peran sertifikasi sebagai parameter mutu dalam borang legalisasi perguruan tinggi.

Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional, di antaranya:

  • Syamsi Hari (Ketua BNSP)
  • Sri Purwanti (Kepala Sekretariat LSP P1 Perguruan Tinggi se-Indonesia)
  • Beny Bandanadjaja (Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemendikti Saintek RI)

Melalui sinergi antara pemerintah, akademisi, dan lembaga sertifikasi, diharapkan ekosistem pendidikan tinggi di Indonesia menjadi lebih adaptif. Langkah ini menjadi modal krusial bagi generasi muda untuk mempunyai kompetensi nan terverifikasi dan diakui secara nasional maupun internasional. (Z-1)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia