Walkot Medan Respons Ibu Hamil Ditendang, Libatkan TNI-Polri Berantas Preman

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Wali Kota Medan Rico Waas saat ditemui di Medan, Senin (8/12/2025). Foto: Amar Marpaung/kumparan

Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas bakal melibatkan TNI-Polri untuk memberantas premanisme nan mengganggu masyarakat di Kota Medan.

Hal ini berangkaian dengan kasus ditendangnya seorang ibu mengandung oleh preman di Jalan Baru, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan, pada Rabu (3/6).

"Kondisi ini kan memang jatuhnya menjadi kejahatan ya. Intinya kami berbareng rekan-rekan TNI-Polri, terutama rekan-rekan kepolisian, tentu kami bakal memantau kondisi-kondisi di lapangan dan laporan dari masyarakat andaikan memang ada gangguan-gangguan seperti ini," kata Rico saat dihubungi kumparan, Senin (8/6).

Ia pun menyebutkan, pemerintahan di wilayah Kelurahan maupun Lingkungan bakal meningkatkan kualitas keamanan nan ada di Kota Medan.

"Dari tingkat kewilayahan, kami bakal coba terus untuk meningkatkan kualitas keamanan nan ada di Kota Medan," ujar Rico.

Sebelumnya penganiayaan nan dilakukan oleh kedua pelaku berjulukan Zulyarham dan Julpikar menganiaya seorang ibu wanita mengandung berbareng suaminya di Jalan Baru, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan, pada Rabu (3/6).

Pelaku Julpikar menganiaya istri korban apalagi menendang perutnya nan di mana istri tersebut sedang hamil. Sedangkan Pelaku Zulyarham menganiaya dengan memukuli suaminya pada bagian wajah.

Kanit Jaga Cegah Sigap (JCS) Polrestabes Medan, Iptu Ramadhani Bimo Setiadi mengatakan bahwa kedua pelaku telah ditangkap pada Rabu (3/6) malam.

"Opsnal Unit Resmob Sat Reskrim Polrestabes Medan mendapatkan info bahwa terduga pelaku penganiayaan sedang berada di bengkel. Kemudian tim Opsnal Resmob Polrestabes Medan sukses mengamankan terduga pelaku," kata Bimo dalam keterangannya, Kamis (4/6).

Hasil interogasi, kedua pelaku mengakui perbuatan penganiayaan terhadap pasangan suami istri tersebut.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Adrian Risky Lubis mengatakan kedua pelaku merasa jengkel lantaran korban membikin macet kendaraan nan melintas di area terowongan.

Namun, korban tidak mengindahkan omongan kedua pelaku lantaran di atas terowongan tersebut terjadi tawuran.

"Jadi pada saat itu di terowongan terjadi tawuran. Karena di situ tawuran macet kendaraan. Jadi kedua pelaku ini di situ sebagai pengatur jalan alias nan biasa kita kenal nama Pak Ogah. Jadi dia ini mau melancarkan arus lampau lintas ini pada awalnya. Kemudian ada lewat sepasang suami-istri ini nan mana mereka ini adalah korban penganiayaan dari dua orang pelaku alias Pak Ogah ini," kata Adrian saat ditemui di kantornya, Kamis (4/6).

Kedua pelaku kemudian melakukan penganiayaan tersebut.

"Di situ dari si pelaku menyampaikan kepada si korban 'lewat-lewat, mau, kau bikin macet aja di sini', katanya. Cuma dari si korban mengatakan 'Maaf Pak, saya takut maju lantaran posisi saya sekarang lagi hamil'. Kemudian di situ terjadi cekcok antara pelaku dan korban," sambung Adrian.

Lalu, korban wanita mengandung itu mengeluarkan handphone lantaran suaminya dipukuli dan sontak pelaku takut bakal diviralkan. Kemudian pelaku Julpikar menendang perut wanita mengandung tersebut.

Sedangkan, pelaku lainnya berjulukan Zulyarham memukul wajah suaminya.

"Jadi si pelaku merasa lantaran takut dia diviralkan, akhirnya dia melakukan penendangan, menendang kepada korban wanita. Kemudian, pelaku satu lagi menghampiri si suami korban dan melakukan penganiayaan dan pemukulan ke kepala," ujar Adrian.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan