Wali Kota Farhan Sebut Miras dan Obat Terlarang Jadi Pemicu Utama Kriminalitas di Bandung

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Wali Kota Farhan Sebut Miras dan Obat Terlarang Jadi Pemicu Utama Kriminalitas di Bandung Wali Kota Bandung Muhammad Farhan saat berjumpa dengan Komandan Satuan Brimob Polda Jawa Barat Kombes. Zuhdi Batubara, di Bandung, Selasa (2/6).(MI/Bayu Anggoro)

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyebut minuman keras dan obat-obatan terlarang menjadi pemicu utama terjadinya tindakan kejahatan di Kota Bandung. Hal ini berkaca pada beberapa kejadian kekerasan nan terjadi di wilayahnya seperti di Cisaranten Kidul dan Ujungberung.

Hal ini disampaikan Farhan usai berjumpa dengan Komandan Satuan Brimob Polda Jawa Barat Kombes. Zuhdi Batubara, di Bandung, Selasa (2/6). Farhan menegaskan, kebanyakan pelaku alias korban nan terlibat berada di bawah pengaruh peralatan haram tersebut.

"Saya cemas pengaruh minuman keras dan obat keras ini bikin orang jadi lebih nekat," katanya.

Oleh lantaran itu, dia pun menggandeng Brimob Polda Jawa Barat untuk memberantas peredaran peralatan haram tersebut.

Nantinya, kata dia, personel Brimob bakal bekerja-sama dengan Satuan Polisi Pamong Praja untuk menyisir sekaligus memberangus titik-titik penjualan minuman keras dan obat-obatan terlarang nan marak beraksi secara sembunyi-sembunyi.

​"Maka dari itu, saya bakal minta support teman-teman Brimob untuk memusnahkan dan menghilangkan titik-titik penjualan obat keras ilegal. Langkah ini bakal jauh lebih efektif," katanya.

Selain memberantas minuman keras dan obat terlarang, Pemerintah Kota Bandung menggandeng Brimob Polda Jawa Barat untuk menekan tindakan kriminalitas. Nantinya, petugas dari satuan ini bakal turut serta dalam patroli pengamanan di ibu kota Provinsi Jawa Barat tersebut.

Farhan menjelaskan, langkah ini diambil untuk memperkuat pengamanan wilayahnya terutama dari tindakan pembegalan. Terlebih, dia mengakui langkah ini sebagai respons atas kecenderungan peningkatan kasus kekerasan di jalanan nan dilaporkan terjadi nyaris setiap pekan.

​"Kenapa kudu dibentuk tim begal? Mumpung belum darurat, mending kita cegah dari sekarang. Memang tidak ada nomor pastinya, tapi jika dilihat dari tren kecenderungan, sekarang nyaris setiap minggu ada laporan masuk. Nah, ini nan berupaya kita tekan," kata Farhan 

Farhan menjelaskan, upaya preventif ini bermaksud meminimalisasi ruang mobilitas pelaku kejahatan di lapangan. Melalui kehadiran petugas nan masif, diharapkan niat jelek para pelaku pidana dapat dicegah sebelum melancarkan aksinya.

Nantinya, kata dia, Brimob Polda Jabar bakal beroperasi aktif bekerja-sama dengan Satuan Polisi Pamong Praja di wilayahnya. Seluruh tim campuran dipastikan bakal terus bergerak mengelilingi wilayah-wilayah rawan di Kota Bandung sehingga tidak hanya berdiam diri menunggu laporan di pos pengamanan.

​"Saya sangat setuju dengan prinsip Brimob bahwa pasukan itu tidak boleh menunggu. Karena jika hanya menunggu, saat kejadian penanganannya sudah terlambat. Semua tim kelak keliling, tidak ada nan nunggu di jalan," kata Farhan.

Komandan Satuan Brimob Polda Jawa Barat Kombes. Zuhdi Batubara menjelaskan, pembentukan tim pemalak ini merupakan tindak lanjut dari petunjuk Kapolda Jawa Barat untuk membentuk satuan unik antibegal.

"Pak Kapolda menyampaikan ke kita bahwa kita tidak hanya bekerja melakukan tugas pokok, tapi tugas pokok itu bakal lebih ringan andaikan kita melakukan langkah-langkah awal mitigasi, bekerja-sama dengan teman-teman nan ada khususnya Pak Wali dengan tim nan sudah terbentuk," katanya di tempat nan sama.

Terlebih, dia menilai pengamanan ini sangat krusial mengingat Kota Bandung sebagai penopang ibu kota.

"Sehingga kamtibmas nan ada di Kota Bandung ini lebih terjaga, lebih mudah," katanya. (BY)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia