HAMPARAN tanaman eceng gondok sekarang menyelimuti sekitar enam hektar area permukaan Waduk Darma, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Kondisi ini memicu kekhawatiran serius lantaran dinilai menakut-nakuti keberlangsungan sektor pariwisata nan menjadi salah satu tulang punggung ekonomi daerah.
Berdasarkan info nan dihimpun, gulma air tersebut telah menutupi sedikitnya 6 hektare dari total 240 hektare luas Waduk Darma. Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, menegaskan perlunya langkah sigap dan terintegrasi untuk membendung penyebaran tanaman tersebut agar tidak semakin meluas.
“Langkah sigap dan terintegrasi diperlukan agar penyebaran eceng gondok tidak semakin meluas,” ujar Dian pada Jumat (5/6/2026).
Laju Pertumbuhan nan tidak Terkendali
Meski upaya pembersihan telah dilakukan secara rutin oleh masyarakat, pemerintah desa, hingga pemerintah daerah, laju pertumbuhan eceng gondok dilaporkan jauh lebih sigap dibandingkan proses penanganannya. Dian mengungkapkan, satu batang eceng gondok mempunyai keahlian berkembang biak nan sangat masif.
“Berdasarkan info dari masyarakat, satu batang eceng gondok dapat berkembang sangat sigap dan dalam waktu satu bulan bisa menyebar hingga satu meter persegi,” jelasnya.
Jika tidak segera ditangani secara serius, keberadaan gulma ini berpotensi menimbulkan akibat domino, antara lain:
- Mengganggu kegunaan waduk sebagai sumber daya air utama.
- Menghambat aktivitas transportasi dan ekonomi masyarakat lokal.
- Menurunkan daya tarik estetika wisata Waduk Darma.
Koordinasi Lintas Sektor dan Aksi Nyata
Mengingat kewenangan pengelolaan waduk melibatkan beragam instansi, Pemerintah Kabupaten Kuningan bakal segera menjalin koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA), serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
“Kita bakal memohon support dukungan peralatan dan skema penanganan nan lebih efektif kepada provinsi dan BBWS. Harus ada langkah-langkah nan terkoordinasi dan komprehensif,” tambah Dian.
Rencana Aksi Akhir Pekan:
Pemerintah wilayah menjadwalkan tindakan penanganan besar-besaran mulai akhir pekan ini. Kegiatan ini bakal melibatkan:
- Unsur Pemerintah Kabupaten dan Desa.
- Komunitas lingkungan, termasuk Gerakan Sapu Bersih Eceng Gondok (Garpu Sendok).
- Kelompok masyarakat sadar wisata.
Dian menegaskan komitmennya untuk menjaga reputasi Waduk Darma sebagai destinasi unggulan. “Saya tidak mau gara-gara eceng gondok, visitor Waduk Darma menurun. Ini tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.
Diharapkan melalui kerjasama lintas sektor ini, persoalan gulma di Waduk Darma dapat segera dituntaskan demi menjaga ekosistem dan stabilitas ekonomi penduduk sekitar. (UL/I-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·