Waduh! BMKG Kekurangan Anggaran Rp2 Triliun untuk 2027

Sedang Trending 50 menit yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap kebutuhan anggaran pada 2027 jauh lebih besar dibandingkan pagu nan telah ditetapkan pemerintah. Kondisi tersebut membikin lembaga ini tetap menghadapi kekurangan anggaran lebih dari Rp2 triliun.

Kebutuhan anggaran BMKG untuk 2027 berasas Rencana Strategis (Renstra) mencapai Rp4,65 triliun. Sementara itu, pagu anggaran nan disiapkan pemerintah hanya Rp2,52 triliun.

"Kemudian untuk backlog anggaran 2027 berasas Renstra kebutuhan anggaran BMKG tahun 2027 mencapai Rp4,649 triliun, sedangkan pagu anggaran nan tersedia adalah Rp2,523 triliun. Terdapat backlog Rp2,126 triliun, terdiri atas ada uraiannya, backlognya di beragam kebutuhan operasional, program support manajemen, dan aktivitas kebutuhan non-operasional program MKG," kata Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani dalam rapat berbareng Komisi V DPR RI, Selasa (1/9/2026).

Keterbatasan ruang anggaran tersebut terjadi ketika BMKG tetap kudu menjalankan jasa meteorologi, klimatologi, dan geofisika di seluruh Indonesia. Kebutuhan operasional juga mencakup pemeliharaan peralatan serta penguatan sistem info dan peringatan dini.

Untuk 2027, pagu BMKG sebesar Rp2,523 triliun dibagi untuk program support manajemen dan program meteorologi, klimatologi, dan geofisika. Struktur pendanaan juga berasal dari beberapa sumber, dengan Rupiah Murni menjadi sumber terbesar.

"Untuk pagu anggaran 2027 sebesar 2,523 triliun bakal kami optimalkan untuk menjaga operasional, memperkuat prasarana BMKG, memelihara peralatan operasional, dan meningkatkan kualitas info dan peringatan dini. Kemudian support terhadap pemenuhan backlog anggaran tahun 2027 sangat kami harapkan untuk menjamin kesinambungan dan kualitas jasa MKG kepada masyarakat," ujarnya.

Sejumlah kebutuhan prasarana telah masuk dalam rencana penggunaan anggaran 2027. Salah satunya penguatan prasarana melalui pinjaman luar negeri, termasuk pembangunan radar, pengamatan kelautan, satelit, dan sistem peringatan awal banjir pesisir.

Selain itu, BMKG menyiapkan anggaran SBSN sebesar Rp273,89 miliar untuk beragam pembangunan prasarana gedung layanan. Rencana tersebut mencakup pembangunan tiga radar C-Band serta satu radar maritim X-Band.

"Untuk SBSN dananya sebesar 273,89 miliar ini untuk beragam aktivitas terutama pembangunan prasarana gedung jasa di 20 lokasi. Kemudian juga nan terpenting mengenai dengan pembangunan 3 unit radar C-Band di Bali, Aceh, dan di Padang, dan 1 unit radar maritim X-Band di Manado," kata Faisal.

(arj/arj) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News