wadah kaca vs plastik | foto ilustrasi: Gemini AI
- Menyimpan makanan berkuah seperti sup, soto, sayur, kari, alias semur memerlukan wadah nan tidak sekadar mempunyai tutup rapat. Suhu makanan, langkah memasukkannya ke kulkas, hingga rencana memanaskan kembali ikut menentukan wadah nan paling praktis digunakan.
Wadah kaca dan plastik sama-sama bisa dipakai untuk menyimpan makanan. Namun, keduanya mempunyai karakter berbeda. Kaca condong lebih berat tetapi tidak mudah menyerap aroma, sedangkan plastik lebih ringan dan tidak mudah pecah. Lantas, mana nan lebih cocok untuk makanan berkuah?
Wadah kaca cocok untuk penyimpanan di rumah
Wadah kaca sering terasa lebih praktis untuk menyimpan makanan berkuah nan bakal dikonsumsi di rumah. Permukaannya relatif mudah dibersihkan dan tidak mudah meninggalkan aroma alias warna makanan seperti kari, gulai, alias saus tomat.
Bobot menjadi salah satu kekurangannya. Wadah kaca juga bisa pecah jika terjatuh alias terbentur sehingga kurang praktis jika makanan perlu dibawa bepergian.
Hal lain nan perlu diperhatikan adalah ketahanan terhadap panas. Tidak semua wadah kaca otomatis cocok digunakan untuk oven alias microwave. Jika makanan bakal dipanaskan langsung di dalam wadah, cek keterangan dari produsen terlebih dahulu.
Saat hendak memanaskan makanan menggunakan microwave, jenis wadah perlu diperhatikan. USDA (United States Department of Agriculture), lembaga pemerintah Amerika Serikat nan memberikan pedoman seputar keamanan pangan, menyarankan penggunaan wadah nan memang dirancang untuk microwave. Wadah kaca tahan panas bisa digunakan jika memang dinyatakan kondusif untuk microwave oleh produsennya. Jadi, meski bahannya kaca, tetap perlu mengecek petunjuk penggunaan sebelum dipanaskan.
Plastik lebih ringan untuk dibawa
Wadah plastik punya kelebihan nan cukup jelas untuk bekal. Bobotnya ringan dan tidak mudah pecah sehingga lebih nyaman dibawa ke kantor, sekolah, alias saat bepergian.
Namun, jangan menganggap semua wadah plastik bisa digunakan untuk makanan panas. Ada wadah nan memang ditujukan untuk penyimpanan dingin dan tidak dirancang untuk proses pemanasan.
USDA menjelaskan bahwa wadah plastik nan hanya diperuntukkan untuk penyimpanan di lemari es alias freezer tidak semestinya digunakan untuk memasak alias memanaskan makanan. Untuk microwave, gunakan hanya wadah nan memang diberi keterangan kondusif untuk penggunaan tersebut.
Jadi, saat menggunakan wadah plastik untuk makanan berkuah, perhatikan petunjuk pemakaian, bukan hanya jenis alias warna plastiknya.
Kaca vs plastik, mana nan lebih cocok?
Tidak ada satu material nan selalu lebih tepat untuk semua kondisi. Pilihannya bisa disesuaikan dengan langkah makanan bakal disimpan.
| Menyimpan makanan berkuah | Cocok | Cocok |
| Bobot | Lebih berat | Lebih ringan |
| Risiko pecah | Bisa pecah saat terbentur | Lebih tahan terhadap benturan |
| Membawa bekal | Kurang praktis lantaran berat | Lebih praktis |
| Membersihkan sisa kuah berwarna alias beraroma | Cenderung mudah dibersihkan | Bergantung pada jenis dan kondisi wadah |
| Makanan panas | Gunakan nan sesuai untuk makanan panas | Gunakan nan memang dirancang untuk makanan panas |
| Microwave | Hanya jika bercap kondusif microwave | Hanya jika bercap kondusif microwave |
| Penyimpanan di kulkas | Cocok | Cocok |
| Pilihan praktis untuk rumah | Cocok untuk penyimpanan dan pemanasan jika sesuai petunjuk | Cocok untuk penyimpanan, terutama jika mengutamakan berat ringan |
Pada dasarnya, keamanan wadah makanan tidak hanya ditentukan oleh materialnya. FDA menjelaskan bahwa bahan nan bergesekan dengan makanan dinilai berasas penggunaan nan memang ditujukan, termasuk kondisi penggunaannya.
Karena itu, wadah plastik nan memang dibuat untuk kontak dengan makanan dan digunakan sesuai petunjuk tidak perlu langsung dianggap lebih jelek daripada kaca. Sebaliknya, wadah kaca juga tidak otomatis cocok untuk semua kondisi hanya lantaran terbuat dari kaca.
Perhatikan langkah menyimpan makanan berkuah di kulkas
Pemilihan wadah bukan satu-satunya perihal nan perlu diperhatikan. Cara menyimpan makanan juga berpengaruh terhadap keamanan makanan.
Misalnya, ada satu panci besar berisi sup nan baru selesai dimasak. Daripada menyimpan seluruhnya dalam satu wadah besar, bagi sup ke beberapa wadah nan lebih mini dan dangkal.
USDA merekomendasikan makanan dalam jumlah besar, termasuk sup dan stew, dibagi ke wadah mini dan dangkal agar lebih sigap dingin.
Cara sederhananya bisa mengikuti alur berikut:
MAKANAN BERKUAH SELESAI DIMASAK
↓
AKAN DISIMPAN?
YA
↓
BAGI MENJADI BEBERAPA
PORSI YANG LEBIH KECIL
↓
MASUKKAN KE WADAH
YANG SESUAI
↓
SIMPAN DI KULKAS/FREEZER
SESUAI KEBUTUHAN
↓
AKAN DIPANASKAN?
CEK LABEL WADAH
AMAN MICROWAVE
↓
PANASKAN HANYA JIKA
WADAH SESUAI PETUNJUK
Makanan nan mudah rusak juga sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang. USDA menyebut makanan nan mudah rusak perlu didinginkan dalam waktu dua jam, alias satu jam jika suhu lingkungan berada di atas 32°C.
Jadi, lebih baik wadah kaca alias plastik?
Jika makanan berkuah lebih sering disimpan di rumah, wadah kaca bisa menjadi pilihan praktis, terutama untuk makanan nan meninggalkan warna alias aroma kuat. Bobotnya memang lebih berat, tetapi permukaannya relatif mudah dibersihkan.
Sementara itu, wadah plastik lebih cocok ketika prioritasnya adalah berat ringan dan kemudahan dibawa. Pilih wadah nan memang dibuat untuk kontak dengan makanan dan perhatikan petunjuk penggunaan, terutama jika makanan tetap panas alias wadah bakal masuk microwave.
Jadi, bukan kaca selalu lebih baik daripada plastik. Untuk makanan berkuah, pilihan nan tepat justru berjuntai pada suhu makanan, langkah penyimpanan, kebutuhan membawa bekal, dan kegunaan wadah nan tercantum dari produsennya.
FAQ
1. Apakah makanan berkuah boleh disimpan dalam wadah plastik?
Boleh, selama wadah tersebut memang ditujukan untuk menyimpan makanan dan digunakan sesuai petunjuk. Wadah nan hanya dibuat untuk penyimpanan dingin tidak sebaiknya digunakan untuk memanaskan makanan.
2. Apakah wadah kaca lebih kondusif untuk makanan berkuah?
Tidak tepat jika dikatakan kaca selalu lebih aman. Kaca dan plastik nan memang ditujukan untuk kontak dengan makanan dapat digunakan sesuai peruntukannya. nan perlu diperhatikan adalah kondisi penggunaan wadah tersebut.
3. Apakah semua wadah kaca boleh dimasukkan ke microwave?
Tidak. Gunakan hanya wadah nan memang dinyatakan kondusif untuk microwave.
4. Bolehkah sup langsung disimpan dalam satu wadah besar di kulkas?
Untuk jumlah banyak, lebih baik membaginya ke beberapa wadah nan lebih mini dan dangkal agar makanan lebih sigap dingin.
5. Wadah mana nan lebih cocok untuk membawa bekal makanan berkuah?
Plastik bisa lebih praktis lantaran bobotnya ringan dan tidak mudah pecah. Pastikan tutupnya rapat dan wadah memang sesuai untuk jenis makanan serta suhu penggunaannya.
(brl/tin)
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·