Wacana Penutupan Prodi: Kemdiktisaintek Sebut Ilmu sosial, Humaniora, Pendidikan Tetap Penting

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) memberikan penjelasan mengenai wacana, penataan program studi di perguruan tinggi alias penutupan prodi, nan belakangan menuai polemik lantaran bidang humaniora dinilai berpotensi ditutup oleh masyarakat.

Plt Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, Badri Munir Sukoco menyatakan, pemerintah tetap memandang semua bagian keilmuan sosial, humaniora hingga pendidikan sangat penting.

“Bidang keilmuan dasar, pengetahuan sosial, humaniora, pendidikan, serta bagian non-terapan tetap mempunyai posisi krusial dalam arsitektur talenta nasional,” kata Badri, Senin (27/4/206).

Menurut Badri, penataan program studi tidak dimaksudkan untuk menjadikan perguruan tinggi tunduk pada kepentingan industri semata.

“Karena itu, pertimbangan program studi dilakukan bukan hanya dengan memandang aspek peminatan alias serapan kerja, tetapi juga kualitas pembelajaran, kapabilitas dosen, keberlanjutan akademik, kontribusi keilmuan, kebutuhan strategis nasional, dan pemerataan pembangunan daerah,” kata Badri.

“Pemerintah tidak memandang pendidikan tinggi secara sempit sebagai penyedia tenaga kerja, melainkan sebagai pusat pengembangan ilmu, inovasi, kebudayaan, kepemimpinan, dan solusi bagi masyarakat,” sambungnya.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita