Liputan6.com, Jakarta - Rencana pemerintah menyalurkan seluruh support sosial (bansos) melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) mulai September 2026 rupanya belum pernah dibahas secara resmi dengan Komisi VIII DPR RI.
Anggota Komisi VIII DPR Selly Gantina mengatakan pihaknya tetap menunggu penjelasan pemerintah mengenai kreasi kebijakan hingga sistem implementasinya.
"Belum pernah dibahas secara resmi dengan Komisi VIII. Karena itu, kami tetap menunggu penjelasan resmi pemerintah mengenai kreasi kebijakan, dasar hukum, kesiapan kelembagaan, serta sistem implementasinya," kata Selly saat dikonfirmasi, Sabtu (25/7/2026).
Selly mengingatkan bansos merupakan instrumen perlindungan sosial nan menyangkut kewenangan masyarakat rentan. Karena itu, setiap perubahan skema penyaluran kudu dilakukan berasas kajian nan matang.
"Pemerintah perlu memastikan validitas data, kesiapan prasarana Kopdes, sistem pengawasan dan pertanggungjawaban, serta mitigasi akibat agar tidak terjadi keterlambatan penyaluran, penyimpangan, bentrok kepentingan di tingkat lokal, maupun berkurangnya akses masyarakat penerima manfaat. Komisi VIII DPR RI bakal mencermati kebijakan ini secara objektif setelah memperoleh penjelasan resmi dari pemerintah," tegasnya.
Terpisah, Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus menilai rencana penyaluran bansos melalui Kopdes menunjukkan model upaya dan prasarana koperasi Merah Putih sejak awal tidak dirancang dengan baik.
"Rencana nan tidak jelas itu membikin pemerintah kudu memutar otak agar program ini tetap berjalan, termasuk dengan 'memaksa' Kopdes menjadi penyalur bansos. Padahal Kopdes diberi modal hingga miliaran rupiah, tetapi hanya menjadi penyalur subsidi dan bansos. Bandingkan dengan gerai waralaba swasta nan hanya memerlukan modal sekitar Rp 500 juta, tetapi bisa menghasilkan keuntungan," kata Deddy
Deddy juga menilai penugasan Kopdes sebagai penyalur peralatan bersubsidi berpotensi mematikan upaya nan selama ini sudah berjalan.
"Mematikan upaya seperti pangkalan elpiji, penyalur pupuk, hingga penyaluran bansos," ujarnya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·