Ilustrasi(Magnific)
VITAMIN C memang dikenal mempunyai banyak faedah bagi tubuh, mulai dari menjaga daya tahan tubuh sampai penggunaan pada produk kesehatan kulit. Namun, penggunaan vitamin c nan berlebihan tentunya mempunyai resiko rawan salah satunya adalah penyakit batu ginjal.
Lalu, gimana penjelasan master dan berapa pemisah konsumsi vitamin C nan aman? Simak penjelasan berikut.
Dr. Nugroho Purnomo, Sp.U(K), Dokter Spesialis Urologi di Mitra Keluarga Kelapa Gading, menjelaskan konsumsi vitamin C berlebihan memang betul dapat memunculkan resiko batu ginjal. Pasalnya konsumsi vitamin C dapat meningkatkan kadar oksalat dalam urine.
“Vitamin C nan berlebihan dapat meningkatkan kadar oksalat dalam urine, nan kemudian menggumpal dan menghasilkan batu ginjal nan kita sebut dengan kalsium oksalat,” ujar dr. Nugroho Purnomo.
Sebagian vitamin C di dalam tubuh dapat diubah menjadi oksalat, nan kemudian dikeluarkan melalui urine. Jika kadarnya meningkat, oksalat dapat membentuk kristal berbareng kalsium dan berkontribusi terhadap terbentuknya batu ginjal.
Gejala batu ginjal nan perlu diwaspadai meliputi:
- Urine berwarna merah alias mengandung darah.
- Nyeri pinggang nan dapat menjalar.
- Nyeri saat buang air kecil.
- Kesulitan mengeluarkan urine.
Jika Anda mengalami indikasi diatas, segera periksakan kondisi ke rumah sakit dan konsultasi kepada dokter. Bagi penderita penyakit ginjal kronis perlu lebih waspada dalam mengonsumsi vitamin c lantaran dapat mempengaruhi kegunaan ginjal dalam membuang oksalat.
Apa Itu Vitamin C?
Vitamin C alias masam askorbat merupakan vitamin larut air nan tidak bisa diproduksi sendiri oleh tubuh. Oleh lantaran itu, kebutuhan vitamin C perlu dipenuhi melalui makanan maupun suplemen.
Disitat dari Kementerian Kesehatan RI dan Healthline, vitamin C mempunyai sejumlah manfaat, antara lain:
- Mendukung sistem imun: Membantu sel darah putih melawan infeksi.
- Sebagai antioksidan: Membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas.
- Membantu pengobatan luka: Mendukung perbaikan jaringan tubuh.
- Menjaga kesehatan tubuh: Berperan dalam pemeliharaan kulit, tulang, pembuluh darah, dan tulang rawan.
- Meningkatkan penyerapan unsur besi: Membantu tubuh menyerap unsur besi dari makanan.
Vitamin C alami dapat diperoleh dari beragam makanan, seperti jeruk, kiwi, stroberi, tomat, paprika, brokoli, dan sayuran lainnya.
Berapa Kebutuhan Vitamin C Harian?
Kebutuhan vitamin c setiap orang berbeda memandang berasas usia serta jenis kelamin seseorang. Berikut rekomendasi kebutuhan harian vitamin C orang dewasa menurut Healthline:
- Perempuan dewasa: 75 mg per hari.
- Laki-laki dewasa: 90 mg per hari.
- Ibu mengandung dewasa: 85 mg per hari.
- Ibu menyusui dewasa: 120 mg per hari.
Catatan tambahan untuk perokok memerlukan tambahan sekitar 35 mg vitamin C per hari lantaran merokok dapat meningkatkan stres oksidatif dalam tubuh.
Berapa Batas Maksimum Konsumsi Vitamin C?
Kementerian Kesehatan RI menyebut pemisah maksimum seseorang mengonsumsi vitamin C untuk orang dewasa adalah 2.000 mg per hari.
Meski begitu, pemisah maksimum tersebut bukan dosis nan dianjurkan untuk dikonsumsi setiap hari. Melihat kebutuhan normal orang dewasa jauh lebih rendah, ialah sekitar 75–90 mg per hari, dibandingkan ibu mengandung dan perokok.
Batas 2.000 mg per hari juga tidak otomatis menjadi referensi kondusif bagi setiap orang. Bagi penderita penyakit ginjal kronis alias orang dengan riwayat batu ginjal tetap perlu berkonsultasi dengan master untuk menentukan dosis nan sesuai.
Saran Penggunaan Vitamin C
Untuk mendapatkan faedah vitamin C tanpa meningkatkan akibat rawan konsumsi berlebihan, beberapa perihal berikut perlu diperhatikan:
- Utamakan sumber alami: Konsumsi buah dan sayuran nan kaya vitamin C secara bervariasi.
- Perhatikan dosis suplemen: Baca kandungan vitamin C pada label produk sebelum mengonsumsinya.
- Hindari konsumsi berlebihan: Dilarang mengonsumsi suplemen dosis tinggi tanpa kebutuhan nan jelas.
- Konsultasikan dengan dokter: Terutama jika mempunyai gangguan ginjal, riwayat batu ginjal, alias kondisi kesehatan tertentu.
- Tetap konsumsi makanan bergizi seimbang: Suplemen tidak dapat menggantikan seluruh kebutuhan nutrisi dari makanan.
Vitamin C Tetap Bermanfaat jika Dikonsumsi Sesuai Anjuran
Pada dasarnya vitamin c nan di konsumsi secara berlebihan memang betul dapat meningkatkan resiko batu ginjal, terutama jika berasal dari suplemen dengan dosis tinggi. Namun, bukan berfaedah penggunaan suplemen vitamin c perlu dihindari sepenuhnya.
Jika dikonsumsi sesuai kebutuhan, suplemen vitamin C dapat berkedudukan krusial dalam mendukung sistem imun, membantu pengobatan luka, melindungi sel dari kerusakan, dan meningkatkan penyerapan unsur besi.
Oleh lantaran itu, masyarakat sebaiknya memenuhi kebutuhan vitamin C melalui makanan bergizi seimbang dan juga mengonsumsi suplemen sesuai rekomendasi tenaga kesehatan.
Dengan memperhatikan dosis dan kondisi tubuh, faedah vitamin C dapat diperoleh tanpa mengabaikan akibat kesehatan akibat konsumsi berlebihan. (Kementerian Kesehatan/Healthline/YouTube Mitra Keluarga/Z-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·