Padel masih berada di puncak popularitasnya hingga saat ini. Kepopulerannya dipengaruhi oleh peran influencer dan selebritas nan menggandrungi olahraga tersebut, sehingga banyak orang tertarik dan ikut mencoba sensasi serunya.
Namun, di kembali keseruan nan terlihat, ada perihal krusial nan perlu dipahami sebelum terjun ke bumi padel. Sebab, padel termasuk kategori high-intensity interval training, ialah olahraga dengan banyak aktivitas perubahan arah nan berpotensi menimbulkan cedera jika tidak dilakukan dengan benar.
Tak hanya itu, intensitas bermain padel juga perlu diperhatikan. Jika dilakukan secara berlebihan tanpa jarak nan cukup, akibat cedera bisa meningkat. Hal ini terlihat dari kasus nan dialami oleh seorang wanita dengan nama akun IG @michelleyjonatan.
Lewat akun instagram-nya, dia menceritakan bahwa dirinya mengalami kista di bahu akibat keseringan main padel. Awalnya, Michelle hanya merasakan pegal di area bahu, tapi rasa sakit itu berubah menjadi nyeri dan dia merasa tangan kanannya lemas, serta jari-jarinya juga kesemutan.
“Menurutku nan bikin tangan saya cedera: Pertama, lantaran overuse—kedua, di tengah-tengah tangan saya sakit itu saya tetap ikut turnamen. Ketiga, saya malas untuk pemanasan dan pendinginan,” ujarnya.
Lalu, gimana penjelasan mahir mengenai kasus ini? Simak informasinya dalam tulisan berikut ini, Ladies!
Penyebab kista tulang akibat main padel
Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi, dr. Erica Kholinne, SpOT(K), PhD, mengatakan bahwa kista tulang ini terjadi lantaran penggunaan tangan nan berlebihan.
“Gerakan berulang saat padel bisa bikin bahu bekerja terus-menerus (overuse). Karena itu, tendon jadi meradang dan mengalami kerusakan kecil. Saat tendon mulai melemah alias ada robekan kecil, cairan dari dalam sendi dapat masuk ke tulang. Lama-kelamaan cairan ini membentuk kantung mini di dalam tulang (kista),” ujarnya kepada kumparanWOMAN saat dihubungi.
Ia menambahkan jika kista tulang ini terjadi secara perlahan akibat pemakaian bahu nan berlebihan. Selain lantaran olahraga, kista tulang dapat muncul lantaran proses penuaan alias degenerasi, perubahan tekanan cairan di dalam sendi, riwayat cedera, dan gangguan ringan pada jaringan tulang.
“Kista tulang seringkali tidak menimbulkan gejala, tapi ada beberapa tanda nan perlu diperhatikan, ialah nyeri saat berolahraga, nyeri muncul berulang alias tidak hilang-hilang, rasa tidak nyaman terutama di sisi luar, serta area tubuh nan terkena terasa lebih lemah dari biasanya,” ujar dr. Erica.
Senada dengan itu, Dokter Spesialis Olahraga, dr. Andi Kurniawan, Sp.KO, mengatakan jika cedera olahraga terjadi lantaran gelombang bermain nan terlalu tinggi tanpa ada pemulihan nan cukup untuk tubuh.
Tanda cedera nan perlu diwaspadai
Awalnya, cedera sering dianggap sebagai rasa sakit biasa. Namun, dr. Andi mengingatkan untuk waspada jika nyeri tidak lenyap setelah 48 jam beristirahat.
Selain itu, perhatikan juga jika area tubuh terasa terbatas dalam bergerak, alias muncul rasa lemas secara tiba-tiba saat memegang raket. Jika mengalami tanda-tanda tersebut, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.
“Jika saat bermain terdengar bunyi ‘pop’ alias ‘snap’ pada otot, terutama di bagian betis, ini bisa menjadi tanda robekan otot serius,” tambahnya.
Tips terhindar cedera saat bermain padel
Ada beberapa perihal nan perlu diperhatikan saat bermain padel agar tidak mengalami cedera menurut dr. Andi. Pertama, perseorangan perlu melakukan pemanasan sekitar 10-25 menit untuk mengaktifkan otot inti (core), sendi bahu, dan pergelangan kaki.
“Hindari menambah gelombang bermain secara drastis dalam waktu singkat, seperti dari satu kali dalam seminggu menjadi lima kali. Tubuh perlu waktu untuk penyesuaian jaringan,” ujar dr. Andi.
Selain itu, perangkat olahraga juga perlu diperhatikan. Ia menyarankan untuk menggunakan sepatu unik padel, serta memilih raket nan tidak terlalu berat agar memperkecil akibat cedera.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·