
Viral 'Cukup Saya nan WNI, Anak-Anakku Jangan', Ini 5 Fakta di Baliknya. (Foto: Layar Tangkap Media Sosial)
JAKARTA - Viral 'Cukup Saya nan WNI, Anak-Anakku Jangan' ramai diperbincangkan. Pasalnya, penerima danasiwa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) nan membikin pernyataan kontroversial.
Pernyataan “cukup saya nan WNI, anak-anakku jangan” nan diucapkan wanita berinisal DS itu menuai kritikan tajam dari publik. Tak pelak pernyataan itu langsung merebak di jagad maya.
Berikut ini fakta-fakta viral 'Cukup Saya nan WNI, Anak-Anakku Jangan', seperti dirangkum Senin (23/2/2026).
1. Diucapkan oleh DS
Dalam video itu, DS mengucapkan kalimat tersebut saat memperlihatkan paspor penduduk negara asing (WNA) sang anak. Ia menyatakan bahwa hanya dia saja nan menjadi Warga Negara Indonesia (WNI), sementara anak-anaknya menjadi penduduk negara lain dan menunjukkan paspor Inggris milik sang anak. Pernyataan itu pun viral di media sosial lantaran DS dinilai merendahkan penduduk negara Indonesia (WNI).
2. DS Minta Maaf
DS menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat nan merasa tersinggung alias tidak nyaman atas pernyataannya. "Sehubungan dengan unggahan saya sebelumnya nan memuat kalimat ‘cukup saya saja nan WNI, anak-anak saya jangan’, dengan ini saya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh masyarakat nan merasa tersakiti, tersinggung, maupun tidak nyaman atas pernyataan tersebut,” tulisnya.
DS mengakui, pernyataan tersebut lahir dari rasa kecewa, lelah, dan frustrasi pribadinya sebagai penduduk negara Indonesia. Dia juga menyadari, kekecewaan tersebut tidak semestinya disampaikan dengan langkah nan berpotensi melukai emosi banyak orang.
“Namun, saya menyadari bahwa kekecewaan tersebut tidak semestinya disampaikan dengan langkah nan berpotensi melukai emosi banyak orang, terlebih berangkaian dengan identitas kebangsaan nan kita junjung bersama,” ujarnya.
3. LPDP pun Buka Suara
Melalui akun resmi mereka di Threads, LPDP menyatakan keprihatinan atas polemik nan muncul lantaran tindakan DS dalam video viral tersebut. Dalam pernyataan itu, LPDP menyayangkan kejadian tersebut lantaran dianggap tidak mencerminkan nilai integritas, etika, dan profesionalisme nan selama ini ditanamkan kepada seluruh penerima danasiwa mereka.
"LPDP menyayangkan terjadinya polemik di media sosial nan dipicu oleh tindakan salah satu alumni, Saudari DS. Tindakan tersebut tidak mencerminkan nilai integritas, etika, dan profesionalisme nan ditanamkan LPDP kepada seluruh penerima beasiswa," tulis keterangan resmi tersebut.
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·