Manggarai Barat -
Viral penduduk Kampung Rangko, Desa Tanjung Boleng, Kecamatan Boleng, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), berjulukan Syarif dianiaya di depan istri dan anak korban serta disaksikan sejumlah warga. Pelaku diduga dua oknum prajurit Tentara TNI AD.
Syarif dianiaya di laman rumahnya pada Selasa (8/9/2026). Akibat penganiayaan itu, Syarif kudu menjalani perawatan di Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo. Belum diketahui penyebab penganiayaan tersebut.
Adik kandung Syarif, Saprudin, membenarkan penganiayaan nan dilakukan dua prajurit TNI AD tersebut. Saprudin mengatakan Syarif mengalami bengkak dan lebam di wajah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bengkak di muka, lebam, dan lain-lain," kata Saprudin. Ia mengatakan sekarang ada kuasa norma nan mendampingi Syarif, seperti dilansir detikBali, Rabu (9/9/2026).
Komandan Kodim (Dandim) 1630/Manggarai Barat Letkol Inf Budiman Manurung membenarkan pemukulan tersebut. Kedua tentara itu juga telah dimintai keterangan.
Kedua prajurit tersebut berjulukan Sertu Ari Yusril dan Pratu Ary Risda. Keduanya berasal dari kampung nan sama dengan Syarif.
Ari Yusril bekerja di Kupang, sementara Ary Risda merupakan Babinsa Desa Golo Lajang, Koramil Macang Pacar, Manggarai Barat.
"Adapun hubungan kedua orang prajurit tersebut adalah kakak adik kandung," kata Budiman saat konvensi pers di Markas Kodim 1630/Manggarai Barat, Labuan Bajo, Rabu (9/9/2026) malam.
Budiman mengatakan pemukulan terhadap Syarif terjadi pada 8 September 2026 sekitar pukul 11.45 Wita. Saat itu, kedua prajurit tersebut berada di letak lahan nan disengketakan dengan family Syarif.
"Kejadian tersebut terjadi pada saat kedua personil TNI ini berada di letak tanah nan ada sengketa," jelas Budiman.
Baca selengkapnya di sini dan di sini
(idh/imk)
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·