Pemerintah Vietnam mengumumkan menunda proyek jumbo pembangunan kereta cepat nan bakal menghubungkan area utara-selatan dengan nilai proyek USD 67 miliar.
Mengutip Bloomberg, penundaan dilakukan hingga akhir tahun 2027, alias satu tahun lebih lambat dari rencana awal.
Penundaan ini cukup signifikan untuk proyek nan disebut-sebut sebagai salah satu proyek prasarana unggulan negara tersebut.
"Pelaksanaannya lebih lambat dari nan diharapkan, terutama lantaran faktor-faktor objektif," kata Menteri Konstruksi Tran Hong Minh dalam sebuah unggahan di situs buletin kementerian.
Minh menyerukan rencana penyelenggaraan nan terperinci dengan agenda waktu nan jelas untuk pembebasan lahan, konsultasi, survei, dan pekerjaan bangunan guna mempercepat proyek-proyek tersebut, demikian laporan itu.
Setelah selesai, proyek kereta api sigap ini direncanakan mempunyai total panjang sekitar 1.541 kilometer (957 mil), dimulai dari Hanoi dan berhujung di pusat perdagangan selatan, Kota Ho Chi Minh.
Nantinya, dengan adanya kereta sigap tersebut waktu tempuh Hanoi ke Kota Ho Chi Minh bakal terpangkas dari sebelumnya 30 jam menjadi hanya sekitar lima jam.
Pemerintah awalnya berencana memulai pembangunan pada tahun 2027, tetapi mempercepat jadwalnya tahun lalu. Penawaran kontraktor semestinya diumumkan pada bulan Juni, tetapi hingga sekarang belum ada konfirmasi siapa nan terpilih.
Jalur kereta api ini merupakan bagian dari upaya nan lebih luas untuk menggunakan investasi publik guna membuka modal swasta dan mendorong pertumbuhan, seiring Vietnam menargetkan ekspansi ekonomi dua digit tahun ini.
Negara Asia Tenggara ini menginvestasikan miliaran dolar untuk meningkatkan prasarana di seluruh negeri, termasuk jalan raya, bandara, dan jembatan.
47 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·