Jakarta, CNBC Indonesia- Pemerintahan Presiden Prabowo berkomitmen mendorong penyelenggaraan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai strategi meningkatkan status gizi masyarakat dan mengatasi masalah gizi pekerja dan stunting di Indonesia. Di sisi lain MBG diharapkan dapat meningkatkan kualitas Pendidikan, memberdayakan ekonomi lokal dan memperkuat ketahanan pangan daerah.
Salah satu produk komponen dalam paket gizi makanan dalam MBG adalah susu nan saat ini tingkat konsumsinya tetap sangat rendah. Tim Pakar Bidang Susu Badan Gizi Nasional (BGN) Prof. Epi Taufik mengatakan rendahnya konsumsi susu RI tidak lepas dari kurangnya perhatian pemerintah terhadap upaya mendorong meningkatkan konsumsi susu, diharapkan program MBG bisa mengerek tingkat minum susu sehingga RI tidak lagi menjadi negara dengan tingkat konsumsi susu terendah di ASEAN.
Di sisi lain, kurang berkembangnya peternakan sapi perah tidak bisa mengimbangi permintaan susu nan tumbuh hingga 6% per tahun di tengah perubahan tren style hidup nan mengerek konsumsi susu di masyarakat.
Dari sisi Industri susu dan produk olahan susu, Corporate Affair Director PT Frisian Flag Indonesia, Andrew Saputro mengatakan bahwa konsumsi susu RI tetap stagnan nan mengenai tetap rendahnya edukasi terhadap budaya minum susu.
Diharapkan upaya meningkatkan konsumsi susu juga bisa mendorong produksi susu lokal nan berbobot nan bisa memberdayakan peternak sapi perah lokal sehingga bisa menekan impor susu.
Seperti apa upaya mendorong konsumsi dan produksi susu nasional? Selengkapnya simak perbincangan Andi Shalini dengan Tim Pakar Bidang Susu Badan Gizi Nasional (BGN) Prof. Epi Taufik dan Corporate Affair Director PT Frisian Flag Indonesia, Andrew Saputro dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Jum'at, 12/06/2026)
Add
source on Google
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·