Jakarta, CNBC Indonesia- Dampak ketidakpastian dunia nan mendorong pelemahan nilai tukar Rupiah telah dirasakan oleh produsen kendaraan listrik Tanah Air.
CEO PT Mobil Anak Bangsa Indonesia, Kelik Irwantono mengatakan sekitar 50-60% komponen electrical vehicle (EV) di Indonesia tetap berasal dari impor. Hasilnya saat Rupiah melemah maka biaya produksi naik hingga 20% hingga tertekannya daya beli.
Di sisi lain, program transisi daya nan meluas hingga sektor tambang dan logistik menjadi potensi bagi ekspansi upaya EV di Tanah Air. Namun kondisi ekonomi nan tertekan saat biaya bahan baku naik, produsen EV juga susah untuk meningkatkan nilai jual.
Seperti apa kondisi dan strategi upaya EV di tengah pelemahan Rupiah? Selengkapnya simak perbincangan Bunga Cinka dengan CEO PT Mobil Anak Bangsa Indonesia, Kelik Irwantono dalam AutoBizz, CNBC Indonesia (Selasa, 23/06/2026)
Add
source on Google
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·