Video: Pengusaha Keramik:RI Produsen Gas Tapi Supply Industri Terbatas

Sedang Trending 7 jam yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia- Pembatasan pasokan gas industri dari PGN mulai 14 September 2026 menjadi sekitar 78% dari perjanjian minimum dalam Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) Kembali menghantam industri para pengguna gas bumi. Hal Ini menjadi tantangan bagi industri manufaktur mengenai gas dalam mendorong ekspansi bisnis, meningkatkan daya saing hingga memperluas lapangan pekerjaan.

Terhambatnya pasokan gas untuk program Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) disebut Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia bagian Perindustrian sekaligus Menteri Perindustrian 2014-2026, Saleh Husin sebagai masalah klasik nan tidak kunjung selesai mengingat gas menjadi kebutuhan vital bagi industri pengguna gas bumi seperti industri keramik.

Sebelumnya Kementerian Perindustrian pada 2015 telah meminta Kementerian ESDM mengenai kepastian pasokan dan Harga gas industri, namun sayangnya persoalan gas industri Kembali terjadi dan industri hanya mendapatkan 40-45% gas industri Harga HGBT. Jika perihal ini tidak dapat diatasi maka daya saing industri RI bakal kalah nan berujung ke investasi.

Sementara Ketua Forum Industri Pengguna Gas Bumi (FIPGB), Yustinus Gunawan mengungkapkan akibat pembatasan gas industri nan pada akhir Oktober 2026 hanya dibatasi 66% untuk program HGBT sehingga 'memaksa' industri mulai merumahkan karyawan. Selain itu perusahaan juga kudu merugi lantaran tidak dapat berproduksi maksimal memenuhi permintaan pelanggan.

Hal senada disampaikan Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI), Edy Suyanto nan menyebut pembatasan pasokan gas industri menyebabkan industri keramik mengalami kemunduran. Setelah KEPMEN ESDM No.281/2026 terbit, industri dapat menerima patokan dengan pasokan gas sebesar 73% dari kebutuhan lantaran mengenai keahlian supply dengan nilai USD 8-8,5 per MMBTU.

Namun pada bulan September 2026 industri dihadapkan pada patokan baru industri hanya bisa memanfaatkan gas HGBT sebanyak 40% dan kapabilitas diminta untuk menurunkan kapabilitas produksi. Hasilnya produksi tersendat dan perumahan tenaga kerja mencapai 900 orang dan rencana ekspansi Kembali "wait & see" dan daya saing RI kalah jauh dengan Thailand hingga Malaysia.

Seperti apa persoalan gas industri? Selengkapnya simak perbincangan Maria Katarina dengan Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia bagian Perindustrian, Saleh Husin serta Ketua Forum Industri Pengguna Gas Bumi (FIPGB), Yustinus Gunawan dan Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI), Edy Suyanto dalam Industry Forum 2026, CNBC Indonesia (Senin, 12/10/2026)


Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News
↑