Jakarta, CNBC Indonesia- Pemenuhan sertifikasi, peningkatan mutu hasil perikanan dan berkepanjangan disebut Founder & CEO Asosiasi Perikanan Pole and Line dan Handline Indonesia (AP2HI), Janti Djuari sebagai tantangan produk Ikan Tuna Indonesia untuk meningkatkan daya saingnya di pasar global.
Saat ini diperlukan upaya untuk menyediakan sistem pendingin dan es di kapal tangkap nelayan nan krusial untuk menjaga kesegaran ikan. AP2HI juga membujuk penanammodal dalam penyediaan pabrik es nan dilengkapi sumber listrik tenaga surya.
Pelaku upaya juga mengharapkan support pemerintah dalam penyediaan BBM murah bagi nelayan di tengah lonjakan nilai daya global. Di sisi lain, perubahan suasana turut berakibat pada suhu air laut dan pergerakan ikan serta waktu tangkap dan jangkauan nelayan.
Oleh lantaran itu AP2HI mendorong transformasi teknologi penangkapan ikan untuk mengatasi beragam persoalan oseanografi.
Seperti apa prospek dan tantangan pengembangan produksi Ikan Tuna RI? Selengkapnya simak perbincangan Crysania Suhartanto dengan Founder & CEO Asosiasi Perikanan Pole and Line dan Handline Indonesia (AP2HI), Janti Djuari dalam Squawk Box CNBC Indonesia (Senin, 18/05/2026)
Add
source on Google
56 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·