Liputan6.com, Jakarta - Pihak kepolisian membongkar dugaan pabrik vape narkotika di sebuah bilik kos di area Taman Sari, Jakarta Barat, di mana seorang laki-laki berinisial S (38) ditangkap saat diduga meracik cartridge berisi etomidate.
Terkait perihal ini, Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni mengatakan, pihak kepolisian dalam perihal ini Polda Metro Jaya jangan bekerja sendiri. Dia kudu menggandeng BNN.
“Dari kasus ini terlihat bahwa memproduksi narkotika model begini tidak butuh jaringan besar, tidak butuh perangkat rumit, apalagi bisa dilakukan oleh sedikit orang. Artinya, barrier penyalahgunaan narkoba ini makin tipis dan makin berbahaya,” kata dia dalam keterangannya, Selasa (5/5/2026).
Politikus NasDem ini memandang, pola seperti ini tidak boleh dianggap sebagai kasus biasa, lantaran berpotensi ditiru oleh banyak pihak lain jika tidak ditangani secara masif dan sistematis.
"Kalau pola ini tidak diputus sekarang, ke depan bisa makin banyak pabrik-pabrik mini narkoba model begini bermunculan,” ungkap Sahroni.
Karena itu, baik Polri maupun BNN kudu jeli dan menyikat sampai ke akar-akarnya.
"Telusuri jaringan distribusinya, pemasok bahan bakunya, sampai pembelinya. Jangan beri ruang sedikit pun bagi pola baru peredaran narkoba seperti ini berkembang di masyarakat,” tutupnya.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·