Usai Tabrakan Maut Kereta, Pemerintah Mau Bangun DDT Bekasi-Cikarang

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta -

Pemerintah tetap mengkaji pembangunan double-double track (DDT) Bekasi-Cikarang. Rencana pengembangan jalur dobel ini ini dilakukan menyusul kejadian kecelakaan maut kereta api di Stasiun Bekasi Timur beberapa waktu lalu.

DDT berfaedah untuk memisahkan jalur antara kereta api jarak jauh nan berkecepatan tinggi dengan KRL. Adapun jalur dobel tersebut baru terhubung dari Stasiun Manggarai hingga Stasiun Bekasi.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan rencana pengembangan tersebut tetap dalam tahap pembahasan lintas kementerian dan operator perkeretaapian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun dia menegaskan, pengembangan jalur DDT menjadi bagian dari pertimbangan menyeluruh terhadap sistem transportasi nasional.

"Itu terus menjadi bagian dari pertimbangan menyeluruh. Tentunya kelak Kementerian Perhubungan berada di depan berbareng KAI. Dan nan jelas memang kita juga sedang memikirkan pengembangan double-double track tersebut," kata AHY kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (12/5/2026).

AHY mengatakan pengembangan jalur kereta memerlukan waktu, dan pemerintah tidak hanya konsentrasi pada pengembangan lintasan baru, tetapi juga peningkatan jalur dan reaktivasi rel-rel nan tidak beroperasi.

"Tentu butuh waktu untuk bisa merampungkan rencana besar pengembangan kereta, baik existing maupun pengembangan baru, dan reaktivasi dari rel-rel nan selama ini tidak berfungsi. Nanti kita sampaikan berikutnya," ungkapnya.

Selain itu, AHY juga mengatakan pemerintah bakal mengembangkan jaringan perkeretaapian di Trans Sumatera, Trans Kalimantan, dan sebagian wilayah Sulawesi.

Menurutnya, langkah ini krusial sebagai corak pemerataan pembangunan.

"Ini sebagai corak dari upaya memeratakan pembangunan di seluruh wilayah lantaran kereta bukan hanya untuk masyarakat tapi juga untuk angkut logistik alias komoditas di sejumlah daerah," jelasnya.

Sebagai informasi, pemerintah telah menutup sekitar 76 perlintasan sebidang di wilayah Jawa dan sebagian wilayah Sumatera. Ke depan, pemerintah bakal membangun palang pintu kereta, flyover, maupun underpass di perlintasan sebidang.

"Ada kurang lebih 76 perlintasan sebidang nan ada di wilayah Jawa dan juga sebagian Sumatera nan itu memang butuh segera dilakukan pembangunan, apakah itu palang pintu kereta maupun flyover alias underpass. Selebihnya kita lakukan penutupan titik-titik rawan dan kita juga mau terus perbaiki sistem persinyalan dan modernisasi sistem kereta lainnya," terang AHY.

(hns/hns)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance