Usai Kebakaran Hebat, Desa Adat Sade Memilih Bangkit

Sedang Trending 3 jam yang lalu
Usai Kebakaran Hebat, Desa Adat Sade Memilih Bangkit Rekonstruksi di Desa Sade, NTB dilakukan secara swadaya oleh masyarakat setelah kebakaran dahsyat melanda(MI/Ardi T. Hardi)

KEBAKARAN nan melanda area permukiman Adat Desa Sade di Dusun Sade, Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) tetap menyisakan duka nan mendalam. Namun, penduduk Sade perlahan bangkit.

Kebakaran di Desa Sade terjadi Sabtu (22/8) malam sekitar pukul 20.30 WITA. Hampir seluruh area permukiman budaya dan kekayaan barang milik penduduk di desa budaya tersebut ludes terbakar.

Namu di antara kayu-kayu nan menghitam jejak terbakar, penduduk bergotong-royong membangun kembali rumah mereka. Salah seorang penduduk Sade, Dito menceritakan, penduduk Desa Sade memilih bangkit. Kini, proses rekonstruksi mulai dilakukan secara swadaya dan gotong -royong oleh penduduk setempat.

Salah seorang penduduk Dusun Sade, Itok Sanadi, 38, menjelaskan bahwa pembangunan kembali pemukiman penduduk telah memasuki tahap rekonstruksi fisik. Menurutnya, proses pembangunan diperkirakan bakal menyantap waktu paling lambat sekitar dua bulan.

"Insya Allah jika ini, paling lambat dua bulan sudah jadi lantaran pondasi tetap ada dan kayu-kayunya sudah disetel dari bawah. Tinggal langsung diangkat saja," ujar Fitok saat ditemui di letak pembangunan, beberapa waktu lalu.

Meski demikian, Fitok mengungkapkan saat rekonstruksi ada hambatan teknis mengenai pembuatan genting gedung nan menggunakan bahan tradisional alang-alang. Pasalnya, pembuatan genting alang-alang ini memerlukan waktu relatif lebih lama.

"Yang agak lambat ini bagian pembuatan genting alang-alang. Karena penduduk sibuk membangun rumah masing-masing, jadi itu nan membikin pembuatan atapnya sedikit menyantap waktu. Kita kan menggunakan genting alang-alang," tambahnya.

Berdasarkan info di lapangan, musibah kebakaran di Desa Sade merusak setidaknya 78 bangunan. Seluruh proses pembangunan kembali permukiman budaya ini dikerjakan oleh masyarakat Dusun Sade dengan semangat kebersamaan. (H-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia