Update WHO: Tak Ada Kematian Baru Wabah Hantavirus sejak 2 Mei

Sedang Trending 4 bulan yang lalu
 Tak Ada Kematian Baru Wabah Hantavirus sejak 2 Mei Ilustrasi hantavirus.(Dok. Magnific)

ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) memberikan berita terbaru mengenai perkembangan wabah hantavirus nan mengenai dengan sebuah kapal pesiar. Hingga Rabu (13/5/2026), WHO mengonfirmasi bahwa tidak ada laporan kematian baru nan tercatat sejak 2 Mei lalu.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, melalui unggahan di akun media sosial X, menyampaikan bahwa total kasus nan dilaporkan ke badan kesehatan bumi tersebut mencapai 11 kasus hingga 12 Mei 2026.

Identifikasi Virus Andes

Dari total laporan nan masuk, Ghebreyesus merinci bahwa delapan kasus telah dikonfirmasi melalui pengetesan laboratorium sebagai jangkitan nan disebabkan oleh virus Andes. Sementara itu, satu kasus tambahan saat ini tetap dalam proses pengetesan laboratorium lebih lanjut untuk memastikan jenis infeksinya.

Hantavirus sendiri dikenal sebagai penyakit langka nan umumnya ditularkan melalui hewan pengerat nan terinfeksi alias kotorannya. Namun, strain virus Andes nan bertanggung jawab atas pandemi kali ini mempunyai karakter khusus, ialah keahlian menyebar antarmanusia melalui kontak dekat nan berkepanjangan, terutama di lingkungan tertutup.

Terlepas dari temuan kasus tersebut, WHO secara resmi menyatakan bahwa akibat kesehatan masyarakat terhadap populasi dunia saat ini tetap dinilai pada tingkat rendah.

Koordinasi Internasional dan Pemantauan Ketat

WHO terus menjalin komunikasi intensif dengan para mahir dari negara-negara nan terlibat dalam penanganan kasus ini. Laporan kesehatan mingguan mengenai kondisi penumpang dan personil kru kapal terus diterima melalui saluran resmi Peraturan Kesehatan Internasional.

Ghebreyesus menegaskan bahwa upaya koordinasi internasional tetap berjalan untuk mendukung langkah-langkah perlindungan kesehatan masyarakat. Langkah ini diambil guna memastikan pandemi tetap terkendali dan tidak meluas ke wilayah lain.

Meskipun akibat dunia rendah, masyarakat tetap diimbau untuk waspada terhadap aspek akibat penularan, terutama nan berangkaian dengan hubungan di lingkungan tertutup dan kontak dengan vektor pembawa virus. (Ant/Anadolu/H-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑