Kapolda Bagikan Bansos ke Warga Terdampak Gempa di NTT

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Gubenur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dan Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko memberikan support kepada penduduk nan rumahnya terdampak gempa. Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena berbareng Kapolda NTT Irjen Pol. Rudi Darmoko turun langsung menemui penduduk nan rumahnya terdampak gempa di Dusun Gorontalo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Minggu (16/8).

Keduanya berbareng jejeran Forkopimda NTT memberikan support sekaligus memandang kondisi rumah penduduk nan mengalami kerusakan akibat gempa.

“Ya hari ini kami setelah rapat dengan Pak Menko dan jejeran dari pusat mengenai penanganan musibah se-daratan Flores, saya berbareng dengan Pak Kapolda, Ibu Ketua DPRD, Wakapolda, dan Pak Danrem beserta tim, kami mengunjungi beberapa penduduk nan terdampak dari gempa nan terjadi kemarin di Dusun Gorontalo, Kelurahan Gorontalo ini, di Desa Gorontalo ini,” kata Melki.

Melki mengatakan, pihaknya menemukan dua rumah penduduk nan mengalami kerusakan. Salah satunya rumah penduduk berjulukan Agus nan bagian dalam rumahnya roboh. Sementara rumah penduduk lainnya mengalami kerusakan pada bagian belakang.

Dia memastikan seluruh kerusakan akibat gempa bakal didata dan diserahkan kepada pemerintah untuk dilakukan penilaian.

“Yang pasti sesudah rapat tadi, seluruh kerusakan nan terjadi nan ditimbulkan oleh gempa itu kelak bakal didata, tadi saya sudah bilang sama Pak Kepala Dusunnya untuk didata dan kelak diserahkan kepada pemerintah,” ujarnya.

“Setiap jenis kerusakan kelak bakal dinilai dan kelak bakal dibantu oleh pemerintah pusat, tadi sudah disebut anggarannya dari nan ringan, sedang, dan berat,” sambung Melki.

Foto udara sejumlah tenda pengungsian musibah gempa berdiri di Stadion Gelora Samador Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026). Foto: Mega Tokan/ANTARA FOTO

Menurut Melki, support juga bakal diberikan kepada penduduk nan kudu mengungsi alias tidak dapat tinggal di rumahnya. Bantuan tersebut mencakup kebutuhan dasar sehari-hari.

“Yang pasti nan tadi sudah diputuskan itu kelak mengenai nan memang terdampak nan memerlukan support nan keseharian itu mengenai makanan, minuman, selimut, velbed, tenda, bantal juga untuk peralatan ibu-ibu dan anak-anak, dan beragam kebutuhan-kebutuhan dasar lainnya itu kelak bakal diberikan terutama setelah memandang terutama korban nan mereka kudu mengungsi alias tidak bisa tinggal di rumah itu bakal dapat support nan seperti tadi kami sampaikan,” katanya.

Melki mengatakan, penanganan dilakukan berbareng antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan unsur mengenai lainnya.

“Jadi ini menunjukkan bahwa pemerintah, negara, dalam perihal ini kami sebagai jejeran pemerintah daerah, kemudian ada Pak Kapolda sendiri beserta jajaran, Ibu Ketua DPRD, Pak Danrem, kami bersama-sama sebagai Forkopimda turun membantu dan memandang korban dengan support tadi nan diberikan," ujarnya.

Adapun salah satu penduduk nan terdampak Suryati mengucapkan rasa terimakasihnya atas pemberian support itu.

“Iya merasa gimana, merasa berterima kasih kepada semua tim-timnya, semua rekannya. Alhamdulillah juga memberi apa namanya, memberi info sehingga kami dapat support dari Kapolda,” ujarnya saat ditemui di kediamannya di hari nan sama.

Petugas melakukan penyisiran gedung Pelabuhan Laurentius Say Maumere nan rusak akibat gempa di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026). Foto: Basarnas

Sementara itu, Basarnas mencatat jumlah korban meninggal akibat gempa NTT hingga Minggu (16/8) pukul 09.00 mencapai 51 orang. Jumlah tersebut bertambah dari info sebelumnya sebanyak 48 orang.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan, tiga korban meninggal ditemukan di Manggarai Timur dan satu korban lainnya di Manggarai alias Reo.

“Penambahan nan pertama, di Manggarai Timur ada tiga penduduk nan dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia. Kemudian untuk nan ada di Manggarai alias Reo, nan tadinya 23 menjadi 24, bertambah satu. Sehingga totalnya ada 51 korban meninggal dunia. Dan untuk nan luka-luka dan luka berat nan mendapatkan perawatan, total 64 warga,” ujar Syafii.

Gempa magnitudo 7,7 mengguncang Nagekeo, NTT, pada Sabtu (15/8) pukul 04.58 WIB. Gempa tersebut memicu tsunami dengan ketinggian tertinggi 0,94 meter di sejumlah wilayah NTT, NTB, Sulsel, dan Sultra.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan