Upaya Damai Pandji Pragiwaksono dalam Kasus Mens Rea

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Haris menyebut ada catatan dari beberapa pelapor, terutama Novel Bamukmin dan Aziz. Dari Novel, terdapat empat poin nan disampaikan.

“Pertama soal permintaan maaf, kedua diminta bertobat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, lampau tidak mengulangi perbuatannya, dan minta maaf ke publik,” ucapnya.

Meski begitu, dia menegaskan pertemuan tersebut bukan untuk mengambil keputusan alias menyepakati tuntutan.

“Kami tekankan ini murni dialog. Tidak ada komitmen apa-apa, tidak ada janji tertulis alias tersuarakan,” tegasnya.

Menurut Haris, Pandji mencatat seluruh masukan, termasuk menyampaikan permintaan maaf jika dianggap ada nan salah. Ia juga menegaskan kliennya menghormati nilai nan dipersoalkan.

“Posisinya sama-sama muslim, sama-sama menghormati soal shalat. Jadi mengerucut ke beberapa hal,” katanya.

Usai sesi formal, suasana justru lebih hangat. Pihaknya menilai para pelapor terbuka dan komunikasi melangkah lebih cair.

“Kami berterima kasih, para pelapor sangat welcome, sangat terbuka. Bahkan secara informal lebih hangat,” ujarnya.

Peluang perbincangan lanjutan pun terbuka. Pihak Pandji menyatakan siap jika kembali difasilitasi alias apalagi berjamu langsung.

“Kalau perlu pertemuan lanjutan, kami senang sekali. Ini murni dialog, kita cari substansi secara genuine,” katanya.

Dia menegaskan pihaknya belum memikirkan arah proses hukum, baik soal penghentian perkara, restorative justice, maupun kelanjutan kasus.

“Kami belum ke situ. Kami tetap senang ada perbincangan dulu,” ucapnya.

Sementara itu, interogator disebut telah mencatat seluruh poin dari kedua pihak dan bakal menindaklanjuti.

“Harapannya ke depan ada tindak lanjut nan lebih baik buat semuanya,” tutup Haris.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita