Unsrat Tunggu Investigasi Kematian Dokter PPDS Diduga Korban Bully

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Makassar, CNN Indonesia --

Pihak Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Manado, Sulawesi Utara (Sulut) tengah melakukan proses investigasi penyebab kematian master Program Pendidikan Kedokteran Spesialis (PPDS) Anestesiologi Fakultas Kedokteran, Adrian Rantung di RSUP Prof. Kandou yang diduga mengalami perundungan atau bully.

"Ini sementara diinvestigasi," kata Kepala Humas Unsrat, Max Rembang kepada CNNIndonesia.com, Selasa (7/7).

Sementara ini, kata Max pihak Unsrat tengah melakukan pertemuan dengan pihak RS Kandou untuk mengetahui pasti penyebab kematian korban.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hingga saat ini, kata Max, Unsrat belum menerima info nan jeli mengenai kronologi maupun penyebab kematian master peserta PPS tersebut.

"Jadi, belum ada info secara jeli tentang kasus itu. Karena, rektor dengan pihak ketua rumah sakit di jam ini sementara meeting," ungkapnya.

Adrian diduga mengalami perundungan selama bekerja di RS Kandou. Korban ditemukan tak bernyawa, diduga mengakhiri hidupnya karena tekanan perundungan selama PPDS.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menghentikan sementara aktivitas PPDS di RS Kandou usai kasus ini.

Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes Azhar Jaya mengatakan penghentian sementara dilakukan agar proses investigasi dapat melangkah menyeluruh.

Keputusan penghentian sementara itu tertuang dalam Keputusan Direktur Utama RS RD Kandou Manado tentang Penghentian Sementara Kegiatan Pembelajaran Program Studi Anestesiologi.

"Bahwa dengan adanya dugaan terjadinya perundungan terhadap salah satu peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi," demikian bunyi pertimbangan dalam keputusan tersebut.

Disclaimer Kesehatan Mental - rev1

(mir/kid)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional