Uni Eropa Paksa Google Buka Akses Android Agar User Bebas Pilih AI Selain Gemini

Sedang Trending 6 hari yang lalu
Logo Google. Foto: Jason Lee/Reuters

Google berada di bawah tekanan izin ketat setelah Uni Eropa memerintahkan raksasa teknologi tersebut untuk membuka akses sistem Android dan info mesin pencarian Search bagi para kompetitor, nan pada akhirnya kelak memungkinkan pengguna memilih chatbot AI seperti Claude (Anthropic) dan ChatGPT (OpenAI) sebagai fitur asisten AI utama, dan Google tak melulu mendorong Gemini sebagai asisten utama di Android.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya Uni Eropa dalam menegakkan Digital Markets Act alias DMA nan bermaksud untuk menekan kekuasaan perusahaan teknologi besar di pasar digital.

Keputusan ini mewajibkan Google memberikan akses nan setara bagi asisten AI alias chatbot AI pihak ketiga terhadap fitur sistem dan perangkat keras pada ponsel berbasis Android.

Kebijakan ini memungkinkan pengguna untuk memilih asisten AI seperti ChatGPT, Claude, alias Perplexity, sebagai asisten utama nan terintegrasi secara mendalam di perangkat mereka.

Nantinya, asisten pihak ketiga tersebut bakal mempunyai keahlian nan sebanding dengan Gemini, termasuk hubungan dengan aplikasi dan respons terhadap perintah suara.

Ilustrasi Google Gemini AI. Foto: Poetra.RH/Shutterstock

Akses Data Mesin Pencari Search bagi Kompetitor

Regulator Uni Eropa juga memutuskan bahwa Google wajib membagikan info hasil pencarian kepada mesin pencari dan chatbot AI lainnya.

Kebijakan ini diambil lantaran banyak chatbot AI modern saat ini berfaedah layaknya mesin pencari nan memerlukan akses info historis agar bisa bersaing secara adil.

Google mempunyai tenggat waktu hingga Januari 2027 untuk penerapan info pencarian dan Juli 2027 untuk penyesuaian sistem Android.

Ancaman Sanksi dan Respons Google

Jika Google kandas mematuhi perintah ini, Komisi Eropa berpotensi menjatuhkan denda hingga 10 persen dari total pendapatan tahunan dunia perusahaan tersebut.

Dalam pernyataan resminya, Google menyampaikan keberatan dengan argumen bahwa patokan tersebut berisiko terhadap privasi dan keamanan pengguna.

“Kami bakal memastikan bahwa setiap akses info dan sistem tetap menjaga standar keamanan dan privasi nan ketat bagi pengguna di seluruh wilayah Eropa,” ungkap pihak Google dalam menanggapi proses teknis tersebut.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan