UNAIR Buat Modul soal Adat Budaya untuk Siswa di Papua, Berbentuk Cerita Rakyat hingga Permainan

Sedang Trending 54 menit yang lalu

UNAIR Buat Modul soal Adat Budaya untuk Siswa di Papua, Berbentuk Cerita Rakyat hingga Permainan

Kegiatan Belajar Mengajar di Papua

MANOKWARI - Kearifan lokal, budaya dan budaya Papua nan kaya, sekarang menjadi bagian dari bahan ajar bagi para siswa di Manokwari, dengan metode pembelajaran partisipatif. Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Airlangga (Unair) merancang modul belajar agar para siswa lebih mudah memahami pelajaran melalui hal-hal nan berkawan dengan kehidupan mereka, seperti lingkungan tempat tinggal, kebiasaan keluarga, permainan tradisional, dan cerita rakyat. 

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Manokwari, Parjiyanti, S.Pd., M.Pd., menyambut baik upaya tersebut. Menurutnya, kemajuan pendidikan perlu melangkah beriringan dengan pelestarian kearifan lokal. 

“Saya percaya Tim Ekspedisi Patriot juga bersama-sama bekerja dengan kita untuk menghasilkan satu modul ajar nan nantinya menjadi pedoman dan praktik baik nan bisa kita ambil. Kearifan lokal ini bakal mendorong kita untuk maju. Perkembangan era bukan mendorong kita untuk melupakan kearifan lokal, tetapi keduanya melangkah seiring,” ujar Parjiyanti pada (29/9/2026). 

Ia berambisi pendekatan tersebut turut membentuk generasi Manokwari nan pandai dan berkarakter, tanpa melupakan nilai-nilai budaya daerahnya. Penyusunan modul berangkat dari kebutuhan sekolah, termasuk perbedaan keahlian membaca siswa dan keterbatasan bahan ajar. Koordinator Tim 7 TEP Unair, Imam Gazi, menjelaskan materi dirancang dengan mempertimbangkan kondisi nan ditemukan di lapangan. 

“Materi disusun dekat dengan realitas kehidupan siswa untuk menjawab ketimpangan lliterasilintas fase dan keterbatasan kitab ajar,” kata Imam pada (29/9/2026). 

Materi modul mengangkat beragam unsur kehidupan masyarakat setempat, mulai dari bahasa, cerita rakyat, permainan tradisional, pengetahuan lokal, kesenian, hingga budaya dan kebiasaan sehari-hari. Misalnya, aktivitas family di kebun alias makanan nan dikenal anak dapat menjadi titik awal untuk mengenalkan konsep pelajaran di sekolah. 

Penyusunan modul juga melibatkan tenaga pendidik dan pemangku kepentingan melalui obrolan golongan pada 29 September 2026. Masukan dari para peserta menjadi bahan untuk menyesuaikan materi dengan kebutuhan sekolah dan karakter siswa. Upaya ini sejalan dengan perhatian pemerintah terhadap pentingnya pendidikan berkualitas. Presiden Prabowo Subianto menegaskan pendidikan merupakan fondasi bagi kemajuan bangsa. 

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑