Uang Parkir Ojol di Mal Dibebankan ke Konsumen

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Pengemudi ojek online tak segan meminta duit parkir mal kepada konsumen nan memesan makanan melalui aplikasi. Kecuali, pengelola pusat perbelanjaan alias mal nan menyediakan parkir cuma-cuma unik untuk ojek online alias ojol.

Raynald, penduduk Jakarta Timur, sering mengeluarkan biaya tambahan ketika memesan makanan di mal melalui aplikasi ojek online alias ojol. Terkadang, pengemudi ojek online menginformasikan adanya biaya tambahan untuk parkir di mal. Informasi itu disampaikan melalui aplikasi.

“Biasanya setelah pesanan sampai, saya kasih duit parkir Rp 2.000,” ujar Raynald kepada Liputan6.com, Minggu (17/5/2026).

Uang parkir di luar ongkos pengiriman. Biasanya, pihak aplikasi sudah memberikan potongan nilai untuk ongkos pengiriman. Uang parkir diberikan secara tunai oleh konsumen. Terkadang, duit parkir juga bisa diberikan melalui aplikasi dengan pilihan memberikan tip.

“Setahu saya, jika parkir nan liar biasanya malah tukang parkirnya enggak minta duit ke driver ojol,” katanya.

Seorang pengemudi ojek online, Nanang tidak menepis adanya biaya tambahan parkir nan dibebankan kepada konsumen. Itu terpaksa dilakukan pengemudi ojek online agar tidak rugi lantaran kudu mengeluarkan duit parkir dari kantong pribadi.

Tidak ada patokan tertulis soal ini. Wajar jika ada konsumen nan belum mengerti bahwa biaya parkir ditanggung pemesan. Mereka hanya berpikir sudah bayar melalui aplikasi. Padahal, kata Nanang, itu hanya biaya ongkos antar, tidak termasuk parkir.

Akan tetapi, Nanang tidak tutup mata tetap ada pengemudi ojek online bandel nan memanfaatkan ini. Dari beragam cerita nan dia dengar dari rekannya, para pengemudi ojol ini dengan sengaja meminta biaya kepada customer padahal sebenarnya gratis. Tidak jarang, oknum-oknum seperti ini akhirnya kena sanksi.

“Akun mereka dibanned,” singkat Nanang nan biasa mangkal di Mal Kota Kasablanka.

Di sela cerita, Nanang kembali memanggil salah satu pengemudi ojol nan datang. Tanpa basa-basi, Nanang langsung meminta ojol tersebut menunjukan akunnya sebagai bukti ada pesanan.

Setelah dibuka, akun tersebut terkunci. Dia memang tidak tahu pasti penyebabnya, tapi masalah biaya parkir bisa jadi salah satu alasannya.

Karena itulah, kesiapan tempat parkir bagi ojol menjadi sangat berfaedah bagi mereka. Selain nyaman, tidak perlu ada biaya tambahan parkir nan kudu ditagih dan menimbulkan perdebatan dengan konsumen.

Seperti nan dialami Rizki, pengemudi ojol lainnya. Tak jarang Rizki berjumpa konsumen nan enggan bayar parkir. Ujungnya, terjadi cekcok. Bahkan dia juga pernah dituduh cari untung hanya lantaran pembayaran parkir.

“Bukan tidak mau membayarnya, tapi seringkali biaya parkir kudu menombok sendiri. Karena biaya parkir menjadi tanggungjawab customer,” kata Rizki.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita