Jakarta - Pemerintah sukses menyelamatkan uang negara dengan total Rp 31,3 triliun selama nyaris dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Terbaru, Kejagung menyerahkan duit Rp 11,4 triliun ke negara hasil rampasan kasus korupsi dan hasil denda administratif penyalahgunaan area kehutanan.
"Jadi, nan pertama hari ini, Jumat 10 April 2026, tadi sore baru saja teman-teman datang juga, atas perintah Bapak Presiden diserahkan duit cash senilai sekitar Rp 11,4 triliun," kata Teddy di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (10/4/2026)..
"Itu apa? Itu adalah denda atas segala corak pelanggaran norma dan korupsi di area rimba ya, nan mana sejak satu tahun lampau Bapak Presiden membentuk satgas nan total sampai sekarang itu duit cash nan diserahkan kepada negara adalah sekitar Rp 31,3 triliun," lanjut dia.
Menurut Teddy, inti seluruh penegakan norma tersebut merupakan tindakan konkret dan corak ketegasan Prabowo. Sehingga korupsi dapat ditindak dan duit hasil korupsi dapat diselamatkan untuk kembali ke negara.
"Itu berupa duit cash dan aset senilai kurang lebih Rp 370 triliun. Oke. Nah, poinnya apa? Tadi adalah salah satu dari banyaknya corak tindakan tegas konkret bukti nyata pemerintah Bapak Presiden Prabowo dan tim untuk memberantas korupsi dan segala pelanggaran norma ya," imbuhnya.
Prabowo sebelumnya mengaku senang lantaran pemerintahannya sukses menyelamatkan duit negara dengan total Rp 31,3 triliun. Prabowo mengatakan duit ini sukses diselamatkan di kepemimpinannya nan baru 1,5 tahun ini.
"Kita hari ini datang dalam aktivitas penyerahan hasil pengamanan keuangan, dan aset negara serta penagihan denda administratif tahun 2026 sebesar Rp 11.420.104.815.858, saudara-saudara sekalian, ini adalah sebuah kehormatan dan kebahagiaan bagi saya, bahwa perihal ini terjadi acapkali di dalam pemerintahan nan saya pimpin baru 1,5 tahun ini," ujar Prabowo dalam pidatonya di Kejagung, Jumat (10/4/2026).
Prabowo merincikan selama Oktober 2025 ini, pemerintahannya sudah menyelamatkan duit negara total Rp 31,3 triliun. Salah satunya, duit nan diselamatkan ini berasal dari kasus tindak pidana korupsi.
"Pada Oktober 2025, kita sukses menyelamatkan duit negara sebesar Rp 13,255 triliun dalam perkara tindak pidana korupsi pemberian akomodasi eksport crude palm oil dan turunannya, selang dua bulan kemudian pada Desember 2025 kita kembali sukses selamatkan duit Rp 6,625 triliun, dan hari ini 10 April kita sukses menyelamatkan Rp 11,420 triliun," ucapnya.
(rfs/idn)
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·