Tulsi Gabbard Mundur dari Direktur Intelijen Nasional AS Demi Suami yang Idap Kanker

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Tulsi Gabbard Mundur dari Direktur Intelijen Nasional AS Demi Suami nan Idap Kanker Direktur Intelijen Nasional AS Tulsi Gabbard resmi mengundurkan diri untuk mendampingi suaminya nan didiagnosis kanker tulang. (AFP)

DIREKTUR Intelijen Nasional Amerika Serikat (AS), Tulsi Gabbard, memutuskan untuk mengundurkan diri dari posisinya di pemerintahan Donald Trump. Keputusan mendadak ini diambil setelah suaminya baru-baru ini didiagnosis menderita kanker tulang.

"Kekuatan dan cintanya telah menopang saya melalui setiap tantangan," tulis Gabbard dalam surat pengunduran dirinya pada hari Jumat. "Saya tidak dapat dengan hati nurani nan tenang meminta dia menghadapi perjuangan ini sendirian sementara saya terus berada di posisi nan menuntut dan menyita waktu ini."

Presiden Donald Trump mengonfirmasi perihal tersebut dan menyampaikan apresiasinya melalui sebuah unggahan di media sosial. Trump menyatakan bahwa Gabbard "telah melakukan pekerjaan nan luar biasa, dan kami bakal merindukannya".

Pengunduran diri Gabbard bakal resmi bertindak pada 30 Juni mendatang. Posisi lowong tersebut nantinya bakal diisi sementara oleh Aaron Lukas, sang wakil kepala utama, nan bertindak sebagai pelaksana tugas (acting director).

Sorotan Selama Menjabat

Gabbard, nan merupakan pendukung setia Trump pada Pilpres 2024, resmi dikonfirmasi memimpin badan intelijen AS pada tahun 2025. Selama masa jabatannya, dia sempat melakukan perampingan dengan memotong nyaris 50% staf agensi lantaran dinilai telah menjadi "bengkak dan tidak efisien" selama dua dasawarsa terakhir.

Namun belakangan ini, dia jarang tampil di publik, apalagi saat AS melakukan tindakan militer terhadap Iran. Sebagai sosok nan dikenal memegang prinsip anti-intervensionisme dalam perang asing, posisi Gabbard sempat menuai sorotan. Ia sempat menghindari pertanyaan kongres mengenai akibat bentrok Iran, serta menghadapi pemeriksaan mengenai perbedaan klaim antara Gedung Putih dan organisasi intelijen mengenai keahlian pengayaan nuklir Iran.

Tahun lalu, Trump sempat mengabaikan pernyataan Gabbard di depan Kongres bahwa Iran tidak berencana membikin senjata nuklir. "Saya tidak peduli apa nan dia katakan. Saya pikir mereka sudah sangat dekat untuk mempunyai senjata," ujar Trump kepada wartawan saat itu. kepergian Gabbard ini juga menyusul ajudan utamanya, Joe Kent, nan telah lebih dulu mundur dua bulan lampau lantaran tidak setuju dengan kebijakan perang di Iran.

Menteri Keempat nan Hengkang

Mundurnya Gabbard menjadikannya personil kabinet keempat nan meninggalkan pemerintahan Trump periode ini. Sebelumnya, Menteri Tenaga Kerja Lori Chavez-DeRemer telah mundur pada bulan April, menyusul Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem serta Jaksa Agung Pam Bondi nan telah hengkang lebih awal.

Terkait argumen domestik di kembali mundurnya Gabbard, Trump memberikan dukungannya secara penuh. Trump menulis di media sosial bahwa Gabbard "secara benar, mau bersamanya, membawanya kembali ke kesehatan nan baik saat mereka saat ini berjuang dalam pertempuran sengit bersama. Saya tidak ragu dia bakal segera menjadi lebih baik dari sebelumnya." (BBC/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia