Jawa Timur kembali mencatat prestasi pendidikan nasional dengan menjadi provinsi terbanyak meloloskan siswa ke PTN melalui jalur SNBP dan SNBT 2026.(Pemprov Jawa Timur)
JAWA Timur kembali menorehkan prestasi membanggakan di bagian pendidikan nasional. Setelah mencatatkan diri sebagai provinsi dengan jumlah siswa terbanyak diterima melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) Tahun 2026, Jawa Timur juga kembali menjadi provinsi dengan jumlah siswa terbanyak nan lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) Tahun 2026.
Capaian tersebut mengukuhkan Jawa Timur sebagai provinsi dengan jumlah siswa terbanyak diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) secara nasional selama tujuh tahun berturut-turut, baik melalui jalur tanpa tes (SNBP) maupun jalur tes (SNBT), sejak tahun 2019 hingga 2026.
Berdasarkan info SNBP Tahun 2026, sebanyak 29.046 siswa asal Jawa Timur diterima di PTN dari total 108.122 pendaftar. Jumlah tersebut merupakan nan tertinggi secara nasional, melampaui Jawa Barat nan mencatatkan 18.365 siswa diterima dan Jawa Tengah sebanyak 16.326 siswa diterima.
Sementara itu, berasas rekapitulasi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur per 31 Mei 2026 pukul 15.00 WIB, jumlah siswa Jawa Timur nan lolos SNBT Tahun 2026 mencapai 24.213 murid. Angka tersebut meningkat 4.024 siswa alias naik 19,9 persen dibandingkan tahun 2025 nan tercatat sebanyak 20.189 murid.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan rasa syukur dan bangga atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini menjadi parameter meningkatnya kualitas sumber daya manusia nan unggul, serta daya saing pendidikan Jawa Timur di tingkat nasional.
“Alhamdulillah, kita berterima kasih lantaran Jawa Timur kembali mencatatkan prestasi membanggakan. Tidak hanya menjadi provinsi dengan jumlah siswa terbanyak diterima melalui SNBP Tahun 2026, tetapi juga kembali menjadi provinsi dengan jumlah siswa terbanyak nan lolos SNBT. Dengan capaian ini, Jawa Timur mempertahankan posisi tertinggi nasional selama tujuh tahun berturut-turut, baik melalui jalur tanpa tes maupun jalur tes,” ujar Khofifah, Rabu (3/6).
“Ini merupakan bukti nyata bahwa kualitas pendidikan di Jawa Timur terus meningkat. Semangat Jatim Cerdas nan kita bangun berbareng bisa menghadirkan pendidikan nan semakin bermutu, inklusif, dan berakibat bagi masa depan generasi muda,” imbuhnya.
Tak hanya unggul pada jumlah penerimaan secara umum, Jawa Timur juga menjadi provinsi dengan jumlah penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) terbanyak nan lolos SNBP secara nasional. Dari 40.213 pendaftar KIP-K asal Jawa Timur, sebanyak 8.915 siswa dinyatakan diterima di PTN.
Capaian tersebut melampaui Sumatera Utara nan mencatatkan 6.275 siswa diterima, Jawa Barat sebanyak 5.572 murid, Aceh 5.139 murid, dan Jawa Tengah 4.778 murid.
“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa akses pendidikan tinggi bagi anak-anak dari family kurang bisa di Jawa Timur semakin terbuka. Ini sejalan dengan komitmen kami untuk memastikan tidak ada anak Jawa Timur nan kehilangan kesempatan meraih pendidikan tinggi lantaran keterbatasan ekonomi,” tegas Khofifah.
Lebih lanjut disampaikan Gubernur Khofifah, berasas info tersebut, bahwa semua Cabang Dinas Pendidikan wilayah di Jawa Timur mengalami kenaikan jumlah siswa lolos SNBT.
Wilayah Cabang Dinas Pendidikan Sidoarjo mencatat kenaikan tertinggi, ialah mencapai 100,8 persen. Jumlah siswa lolos SNBT meningkat dari 2.265 siswa pada tahun 2025 menjadi 4.548 siswa pada tahun 2026 alias bertambah 2.283 murid.
Selain itu, wilayah Madura juga menunjukkan capaian nan cukup menggembirakan. Wilayah Pamekasan mengalami kenaikan sebesar 33,02 persen, Bangkalan naik 15,5 persen, Sumenep naik 10 persen, dan Sampang meningkat 8,5 persen.
Menurut Gubernur Khofifah, capaian tersebut menjadi parameter positif dari beragam penguatan program pendidikan di wilayah Madura, termasuk melalui program MAMA MAU NAIK KELAS (Madura Maju, Madura Unggul, Madura Naik Kelas)
“Capaian Madura tahun ini cukup luar biasa. Ini menunjukkan bahwa penguatan pendidikan melalui program MAMA MAU NAIK KELAS mulai menunjukkan hasil positif terhadap peningkatan akses siswa masuk perguruan tinggi negeri,” tegasnya.
Selain Madura, sejumlah wilayah lain juga mencatat peningkatan cukup tinggi, antara lain Gresik naik 26,6 persen, Bondowoso 25,6 persen, Kabupaten Pasuruan 24,8 persen, Lamongan 17,13 persen, Kabupaten Malang 16,91 persen, Jember 13,3 persen, dan Bojonegoro 10,12 persen.
Gubernur Khofifah menilai peningkatan tersebut tidak lepas dari sinergi kuat antara sekolah, guru, kepala sekolah, Cabang Dinas Pendidikan, orang tua, hingga semangat belajar para siswa di beragam daerah.
“Ini adalah hasil kerja bersama. Kami mengapresiasi seluruh kepala sekolah, guru, orang tua, dan siswa nan terus berjuang meningkatkan kualitas pendidikan di Jawa Timur,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Aries Agung Paewai mengatakan, capaian SNBT bukan sekadar nomor statistik, tetapi mencerminkan meningkatnya daya saing generasi muda Jawa Timur dalam mengakses pendidikan tinggi berkualitas.
“Semakin banyak anak Jawa Timur diterima di perguruan tinggi negeri, maka semakin besar kesempatan kita mencetak SDM unggul, kompetitif, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” pungkasnya. (RO/Z-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·