ilustrasi mengecek gula darah untuk mengetahui hipoglikemia(Magnific)
KETIKA tubuh mempunyai indikasi seperti keringat dingin, jantung berdebar, lemas, pusing, dan sakit kepala, Anda perlu waspada. Bisa saja itu menjadi tanda hipoglikemia.
Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK) menjelaskan jika hipoglikemia merupakan kondisi dimana kadar gula darah dalam tubuh rendah alias menurun dibawah 70mg/dl nan menyebabkan tubuh merasa lemas dan pusing.
Bagi penderita glukosuria tahap satu perihal ini bisa terjadi ketika mengkonsumsi terlalu banyak insulin. NIDDK menjelaskan indikasi hipoglikemia bisa muncul kapan saja dan indikasi tersebut dapat berbeda pada setiap orang.
Gejala hipoglikemia ringan hingga sedang yaitu:
1. Gemetar alias gelisah
2. Lapar
3. Lelah
4. Pusing, kepala terasa ringan, bingung, dan bahan mudah tersinggung
5. Detak jantung berdebar sigap alias tidak stabil
6. Tidak bisa memandang alias berbincang dengan jelas
Sedangkan indikasi hipoglikemia berat, biasanya terjadi lantaran kadar glukosa darah sangat rendah nan menyebabkan otak berakhir berfaedah sebagaimana mestinya, perihal ini dapat membikin seseorang kehilangan kesadaran dan apalagi tubuh bisa mengalami tegang -kejang
Menurut CDC dan NIDDK, hipoglikemia paling sering dialami oleh penderita diabetes, terutama glukosuria jenis 1 alias mereka nan menjalani terapi insulin maupun obat glukosuria tertentu. Kondisi ini juga lebih berisiko terjadi pada orang berumur 65 tahun ke atas, khususnya jika mempunyai penyakit penyerta seperti gangguan ginjal, penyakit jantung, alias gangguan kognitif.
Langkah Cepat saat Gula Darah Turun
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), gula darah rendah dapat ditangani dengan patokan 15-15, ialah mengonsumsi 15 gram karbohidrat sigap serap, lampau menunggu 15 menit sebelum memeriksa kembali kadar gula darah.
Bila kadar gula tetap rendah, langkah tersebut dapat diulangi hingga gula darah kembali ke kisaran nan aman. Namun, jika kadar gula darah turun hingga dibawah 55 mg/dL alias penderita tidak bisa menelan, pingsan, maupun mengalami kejang, segera dapatkan pertolongan medis lantaran kondisi tersebut merupakan keadaan darurat. (H-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·