Tubuh Anak Krakatau Kembali Tumbuh, Karakter Erupsi Dipantau Ketat

Sedang Trending 6 jam yang lalu

loading...

Tubuh Anak Krakatau Kembali Tumbuh. Foto/ Dok SindoNews

JAKARTA - Pertumbuhan kembali tubuh Gunung Anak Krakatau pasca-runtuhan 2018 belum berpotensi memicu gelombang tsunami. Hal tersebut dipastikanPusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM.

Berdasarkan pertimbangan morfologi terbaru, pembentukan kubah lava baru di area gunung api Selat Sunda tersebut tetap tergolong relatif kecil. Kondisi bentuk gunung dipastikan belum mempunyai indikasi akibat keruntuhan skala besar seperti tragedi tujuh tahun silam.

Kepastian tersebut disampaikan oleh Kepala PVMBG, Rita Susilawati, dalam konvensi pers resmi Badan Geologi pada Sabtu (5/9/2026). Ia menjelaskan bahwa pemantauan terhadap perubahan struktur fisik, aktivitas kegempaan, serta karakter erupsi Gunung Anak Krakatau terus dilakukan secara intensif.

Pihaknya mengimbau masyarakat di sepanjang pesisir Banten dan Lampung untuk tidak panik dan tetap merujuk pada info resmi pemerintah.

"Berdasarkan hasil pertimbangan hingga saat ini, pertumbuhan tubuh Gunung Anak Krakatau nan terbentuk kembali pasca-erupsi 22 Desember 2018 ini tetap relatif mini dan tidak berpotensi mengalami keruntuhan dalam skala nan dapat memicu tsunami," ujar Rita.

Meskipun aktivitas pembentukan material vulkanik baru terus berlangsung, PVMBG belum memandang perlu untuk meningkatkan status maupun memperluas area bahaya.

Gunung Anak Krakatau hingga sekarang tetap berada pada status Level III (Siaga) dengan area rekomendasi kondusif di luar radius 3 kilometer dari kawah aktif.

(wbs)

Selengkapnya
Sumber Tekno Sindonews
Tekno Sindonews