Trump-Xi Jinping Mulai Akur, Tarif Produk Pertanian AS ke China Mau Dipangkas

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping tampak berkawan di pertemuan tingkat tinggi Beijing. Pertemuan itu menghasilkan sejumlah kesepakatan, salah satunya ekspansi perdagangan pada produk pertanian.

Kementerian Perdagangan China mengatakan pihaknya bakal mengurangi tarif alias bea tambahan, mempermudah persyaratan non tarif dan akses pasar untuk produk pertanian AS nan masuk ke China.

"Kesepakatan tersebut berkarakter pembukaan dan bakal diselesaikan sesegera mungkin," kata kementerian tersebut setelah kunjungan Presiden AS Donald Trump Ke China, dikutip dari Reuters, Minggu (17/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini produk pertanian AS ke China dibebankan tarif impor tambahan sebesar 10%. Tarif ini merupakan bea timbal kembali sebagai jawaban dari kebijakan tarif resiprokal nan ditetapkan Trump untuk China.

Akibat perang tarif tersebut, Departemen Pertanian AS mencatat perdagangan kedua negara mengalami penurunan 65,7% dari tahun ke tahun menjadi US$ 8,4 miliar pada tahun 2025.

Dalam mengatasi halangan akses pasar, China juga bakal mengatasi kekhawatiran AS mengenai pendaftaran izin pabrik daging sapi dan ekspor unggas dari negara bagian AS tertentu.

Komitmen itu ditandai dengan pemerintah China nan memperpanjang izin opersional lima tahun kepada 425 pabrik daging sapi AS nan sebagian besar telah ditutup lantaran izin mereka berhujung tahun lalu. Tak hanya itu, China telah menyetujui izin 77 akomodasi tambahan.

Menteri Pertanian AS Brooke Rollins juga telah mengumumkan bakal membuka kembali akses impor daging sapi AS dari 17 negara bagian AS.

Sebelumnya, diketahui, China juga telah melakukan impor produk pertanian AS ialah kedelai sebanyak 12 juta metrik ton. Tak hanya kedelai, China juga mengimpor gandum dan sorgum AS.

(acd/acd)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance