Jakarta -
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Jepang melakukan operasi pembelian yen terkoordinasi dengan Departemen Keuangan AS sejak Jumat (31/7). Langkah ini dilakukan untuk mengatasi perubahan tajam nan terjadi pada yen Jepang beberapa waktu terakhir.
Jepang juga telah memberi sinyal kesiapan untuk melakukan intervensi lanjutan dengan AS untuk menjaga nilai yen jika diperlukan. Jepang juga mengaku bakal tetap waspada dan terus menjalin komunikasi erat dengan AS mengenai langkah tersebut.
Sebagai informasi, yen sempat mencapai 163,73 terhadap dolar AS pada Kamis pekan lalu. Kemudian pada hari selanjutnya, mata duit yen menguat menjadi 157,57 pada Jumat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian hari ini, Senin (3/8), yen diperdagangkan pada 157,70 per dolar AS. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bagi penanammodal di Jepang menyusul mata duit yen nan tercatat ke level terlemahnya sejak empat dasawarsa terakhir terhadap dolar AS.
Kemudian pada September 2025, pemerintah Jepang dan AS menyepakati tindakan intervensi untuk mengatasi volatilitas berlebihan dan pergerakan yen nan tidak teratur belakangan ini.
Selain itu, Jepang juga berencana untuk memanfaatkan akomodasi repo otoritas moneter asing dan internasional Federal Reserve di masa mendatang. Fasilitas repo ini memungkinkan bank sentral dan otoritas moneter asing nan disetujui untuk memperoleh dolar jangka pendek dengan menukarkan sementara surat berbobot Departemen Keuangan AS.
Dalam kesempatan terpisah, Menteri Keuangan AS Scott Bessent, mengkonfirmasi tindakan terkoordinasi pembelian yen ini. Langkah ini dilakukan untuk menekan volatilitas nan terjadi pada mata duit yen.
"Departemen Keuangan tetap memperhatikan dan berkomunikasi erat dengan rekan-rekan kami di Kementerian Keuangan dan Bank Sentral Jepang. Kami tidak bakal ragu untuk berperan-serta dalam intervensi berbareng lebih lanjut," kata Bessent dikutip dari CNBC, Senin (8/3/2026).
Bessent juga mendukung arah kebijakan Jepang untuk memperkuat mata duit yen. Menurutnya, pemerintah dan otoritas moneter Jepang telah mengambil langkah baik untuk melakukan koreksi terhadap yen nan undervalue.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengungkapkan bahwa dirinya turut terlibat dalam intervensi terkoordinasi pada pekan lampau untuk mendukung yen. Langkah tersebut dilakukan sebagai corak support terhadap Jepang sekaligus demi menjaga stabilitas ekonomi global.
"Mereka menginginkan sedikit bantuan, dan kami selalu siap membantu Jepang," kata Trump, Minggu (2/8).
Trump juga menyebut, AS dan Jepang mempunyai hubungan nan baik sebagai sekutu. Menurutnya, keterlibatan AS juga lebih dari sekadar persahabatan kedua negara tersebut.
Peneliti senior Peterson Institute for International Economics, Robin Brooks, mengatakan intervensi terkoordinasi tersebut justru berkesempatan melemahkan kepercayaan terhadap yen. Jika AS menjual euro alih-alih dolar AS untuk membeli yen, penanammodal mungkin menyimpulkan bahwa pejabat AS berupaya menyelamatkan Jepang dari penjualan obligasi pemerintah AS untuk membiayai intervensi.
Laporan bahwa AS menjual euro dan bukan dolar AS untuk membeli yen mengejutkan pasar lantaran intervensi terkoordinasi secara tradisional didanai dengan aset dolar AS.
"Menurut saya, perubahan arah seperti ini melemahkan efektivitas partisipasi AS, lantaran perihal itu pasti bakal membikin pasar bertanya-tanya kenapa AS tidak langsung mendanai pembelian Yen dari Dolar," kata Brooks.
(ahi/ara)
54 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·