Fahmi Firdaus
, Jurnalis-Senin, 28 September 2026 |08:45 WIB

Bunker penyimpanan rudal Iran/ist
JAKARTA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak usulan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz. Trump menyebut proposal terbaru dari Iran tidak dapat diterima.
Dilansir Aljazeera, Senin (28/9/2026), Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan negaranya sepenuhnya siap jika perang dengan AS kembali pecah, setelah Washington menolak peta jalan tujuh hari nan diajukan Teheran untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Sebelumnya, Teheran telah mengusulkan tawaran baru kepada Washington. Tawaran tersebut mencakup pembukaan kembali jalur perairan vital dan dimulainya lagi perundingan antara kedua negara, dengan hadiah AS memenuhi sejumlah tuntutan lama.
Kesepakatan awal tersebut memuat ketentuan mengenai pelonggaran sanksi, pencairan aset nan dibekukan, serta penghentian operasi militer, termasuk di Lebanon.
Araghchi mengatakan bahwa Iran telah mengetahui reaksi Trump secara publik terhadap usulan tersebut. Meski demikian, Araghchi tetap menunggu tanggapan resmi AS nan disampaikan melalui pihak penengah sebelum mengambil keputusan apa pun.
Menurutnya, kesempatan pembukaan kembali Selat Hormuz berjuntai pada dipenuhinya syarat-syarat nan diajukan Iran. "Kami tidak bakal mundur dari syarat-syarat tersebut," tegas Araghchi.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan buletin terkini dengan jeli dan terpercaya. Ikuti info terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa krusial lainnya, langsung dari sumber nan terpercaya.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·