Trump 'Tampar' Netanyahu, Hampir Gagalkan Deal Damai AS-Iran

Sedang Trending 5 hari yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melayangkan kritik pedas kepada Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu. Trump menilai serangan udara Israel di Lebanon telah mengacaukan agenda penandatanganan kesepakatan tenteram antara Washington dan Iran.

Trump meluapkan kemarahannya lantaran agresi tersebut diluncurkan tepat pada hari nan sakral bagi perdamaian Timur Tengah. Sedianya kesepakatan itu bakal diikuti dengan pembukaan kembali Selat Hormuz secara total untuk jalur pelayaran dunia.


"Mengapa Bibi kudu melakukan serangan sialan itu? Saya sangat marah dan saya sudah menyampaikannya. Dia sama sekali tidak punya penilaian nan waras," ketus Trump kepada media Axios Minggu, dimuat Senin (15/6/2026), mengenai kekesalannya terhadap pemimpin Israel tersebut.

Laporan itu mengonfirmasi bahwa hantaman peledak Israel sempat menunda penandatanganan arsip perdamaian selama beberapa jam. Kondisi ini memaksa Trump bergerak sigap demi menyelamatkan kesepakatan nan dimediasi oleh PM Pakistan, Shehbaz Sharif.

Sebagai kurir pesan kunci antara Washington dan Teheran, Sharif mengonfirmasi bahwa pihak Islamabad sebenarnya telah bersiap melakukan penandatanganan elektronik. Namun tindakan sepihak Israel tersebut justru memicu kemarahan badan keamanan nasional tertinggi Iran nan sekarang menakut-nakuti bakal meluncurkan serangan jawaban dalam waktu dekat.

Meskipun Trump sesumbar di Gedung Putih bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, telah menyetujui draf perdamaian ini, pihak Teheran langsung membantahnya. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan bahwa penandatanganan resmi dipastikan tidak bakal terjadi dalam waktu dekat.

Media resmi pemerintah Iran, Fars, juga mempertegas bahwa tim diplomatik Teheran saat ini tetap berada dalam posisi meninjau ulang isi arsip perjanjian tersebut. Proses diplomasi nan telah berjalan selama tiga bulan ini memang melangkah sangat alot lantaran kedua belah pihak mengusulkan syarat nan sangat kontras.

Trump tetap bersikeras menuntut agunan internasional absolut agar Iran tidak bakal pernah bisa mengembangkan teknologi senjata nuklir. Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa syarat absolut perdamaian dari negaranya adalah pencabutan total hukuman ekonomi dan pengembalian miliaran dolar aset nan dibekukan.

"Pada waktu nan tepat, ketika semuanya sudah tenang, kita bakal masuk dan mengambil Debu Nuklir... dan menghancurkannya. Jika proses ini tidak berhasil, kita mempunyai pengganti utama nan diharapkan tidak pernah digunakan lagi," tulis Trump memberikan peringatan keras melalui akun media sosial miliknya.

(tps/sef)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News