Trump Ngamuk! AS-Iran Saling Serang di Selat Hormuz

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali terlibat baku tembak di area Selat Hormuz, jalur vital perdagangan minyak dunia. Kedua negara saling menuduh pihak musuh sebagai pemicu serangan, memperburuk situasi gencatan senjata nan sebelumnya sudah rapuh.

Insiden terbaru ini memicu kekhawatiran baru terhadap stabilitas area Timur Tengah, mengingat Selat Hormuz menjadi jalur utama pengedaran minyak dunia dan titik strategis dalam bentrok AS-Iran nan terus memanas.

Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa gencatan senjata tetap bertindak meski bentrok kembali terjadi. Dalam wawancara telepon dengan ABC News pada Kamis malam, Trump menyebut serangan tersebut hanya sebagai "sentuhan ringan."

Namun, nada berbeda muncul dalam unggahan Trump di Truth Social. Ia menyatakan militer AS sukses "menghancurkan sepenuhnya" pasukan Iran nan terlibat dalam kejadian tersebut.

Trump mengatakan armada Iran nan terdiri dari kapal mini dan drone "jatuh dengan sangat bagus ke laut, seperti kupu-kupu nan jatuh ke kuburnya."

Ia juga kembali melontarkan ancaman keras terhadap Teheran andaikan tidak segera menyetujui kesepakatan nuklir baru dengan Washington.

"Sama seperti kita mengalahkan mereka lagi hari ini, kita bakal mengalahkan mereka jauh lebih keras, dan jauh lebih brutal, di masa depan, jika mereka tidak segera menandatangani kesepakatan mereka!" tulis Trump, seperti dikutip CNBC International, Jumat (8/5/2026).

Sementara itu, Komando Pusat AS alias CENTCOM menyatakan pasukan Amerika melakukan tindakan bela diri setelah mendapat serangan saat tiga kapal perusak Angkatan Laut AS melintasi area tersebut pada Kamis malam.

"Pasukan Iran meluncurkan beberapa rudal, drone, dan kapal kecil," demikian pernyataan CENTCOM.

Militer AS menyatakan tidak ada aset mereka nan terkena serangan. CENTCOM juga mengatakan pihaknya telah menghancurkan beragam akomodasi militer Iran nan dianggap bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Target serangan jawaban AS disebut mencakup letak peluncuran rudal dan drone, pusat komando dan kendali, hingga akomodasi intelijen dan pengawasan Iran.

"CENTCOM tidak berupaya meningkatkan eskalasi tetapi tetap berada di posisi dan siap untuk melindungi pasukan Amerika," tulis pernyataan tersebut.

Di sisi lain, Iran justru menuduh Washington lebih dulu melanggar gencatan senjata. Seorang pejabat militer Iran menyebut pasukan AS menyerang kapal tanker Iran nan tengah bergerak dari perairan Iran menuju Selat Hormuz.

"Tentara Amerika nan agresif, teroris, dan bandit, nan melanggar gencatan senjata, menargetkan sebuah kapal tanker Iran," kata pejabat tersebut dalam pernyataan nan dikutip media pemerintah Iran.

Iran menyatakan telah membalas dengan menyerang kapal-kapal militer AS di timur Selat Hormuz dan selatan Pelabuhan Chabahar.

Menurut Teheran, serangan jawaban itu menyebabkan "kerusakan signifikan" terhadap kapal militer AS. Namun, klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen dan dibantah oleh pihak AS.

(tfa/tfa)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News