Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Segera Rampung, Selat Hormuz Bakal Dibuka

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Segera Rampung, Selat Hormuz Bakal Dibuka Hubungan AS-Iran mendadak cair. Donald Trump sebut draf perjanjian tenteram 14 poin nyaris final, termasuk rencana pembukaan kembali Selat Hormuz.(White House)

PRESIDEN Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan kesepakatan tenteram dengan Iran telah "sebagian besar dinegosiasikan" dan rinciannya bakal segera diumumkan dalam waktu dekat. Salah satu poin krusial dalam kesepakatan tersebut adalah pembukaan kembali Selat Hormuz nan strategis.

Melalui media sosialnya pada Sabtu waktu setempat, Trump mengungkapkan bahwa dirinya telah melakukan pembicaraan nan sangat positif dengan para pemimpin Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, dan negara lainnya mengenai sebuah "Nota Kesepahaman (MoU) nan berangkaian dengan PERDAMAIAN".

"Sebuah kesepakatan telah sebagian besar dinegosiasikan, tinggal menunggu finalisasi antara Amerika Serikat, Republik Islam Iran, dan beragam negara lainnya nan terdaftar," kata Trump. "Aspek akhir dan rincian kesepakatan saat ini sedang dibahas, dan bakal diumumkan dalam waktu singkat."

Selain dengan para pemimpin negara Arab, Trump juga mengaku telah berkomunikasi via telepon dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, nan disebutnya "berjalan sangat baik". Meski belum membeberkan draf perjanjian secara rinci, Trump menegaskan bahwa kesepakatan ini "mutlak" bakal mencegah Iran mendapatkan senjata nuklir.

Sinyal Positif dari Teheran

Sinyal positif juga datang dari Teheran. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, membenarkan adanya konvergensi posisi antara AS dan Iran dalam sepekan terakhir. Iran beriktikad mencapai kesepakatan "dalam corak kerangka kerja nan terdiri dari 14 poin".

Baqaei menjelaskan proses finalisasi memorandum sedang berjalan. Diharapkan, pembicaraan lanjutan dapat digelar dalam waktu 30 hingga 60 hari ke depan untuk mencapai kesepakatan akhir. Namun, dia tetap memberikan catatan waspada.

"Posisi AS dan Iran memang semakin mendekat, namun perihal itu tidak berfaedah kesepakatan otomatis tercapai pada isu-isu utama," ujar Baqaei seraya mengkritik pernyataan AS nan dinilainya kerap kontradiktif.

Momentum Penting di Tengah Ketegangan

Perkembangan ini menandai perubahan hadapan nan dramatis. Sebelumnya, ketegangan sempat memuncak setelah Trump menyebut gencatan senjata sementara, nan dimulai awal April lalu, berada dalam kondisi "kritis" lantaran dia menolak tuntutan Teheran nan dianggap tidak masuk akal. Bahkan, AS sempat dilaporkan sedang mempersiapkan serangan militer baru.

Keseriusan Trump menghadapi situasi ini terlihat saat dia membatalkan kehadirannya di pernikahan putranya, Donald Jr., demi tetap berada di Washington DC selama periode krusial ini.

Saat ini, AS tetap memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran sejak 13 April. Komando Pusat AS (Centcom) melaporkan telah mengalihkan 100 kapal dan melumpuhkan empat kapal, sementara 26 kapal support kemanusiaan diizinkan melintas. Blokade ini sempat dibalas Iran dengan menyatakan kendali militer atas Selat Hormuz, sebuah langkah nan ditolak keras oleh AS dan sekutu Teluknya. Jika kesepakatan ini rampung, blokade dan ketegangan di jalur laut logistik bumi tersebut diharapkan dapat segera berakhir. (BBC/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia