James Duckett (kiri) dan Dominick Occhicone sama-sama divonis bersalah oleh juri, dan pengadilan banding telah menolak beberapa upaya untuk membatalkan balasan meninggal mereka – meskipun Duckett tetap menyatakan dirinya tidak bersalah.(Departemen Pemasyarakatan Florida)
NEGARA Bagian Florida dijadwalkan mengeksekusi meninggal dua terpidana kasus pembunuhan hanya dalam tenggat waktu enam jam pada Selasa. Momen ini menandai pertama kalinya dalam lebih dari enam dasawarsa Florida mengeksekusi beberapa orang sekaligus dalam satu hari di tengah percepatan penerapan hukuman mati oleh pejabat setempat.
Eksekusi pertama menyasar James Duckett, 67, mantan perwira polisi nan telah mendekam lebih dari tiga dasawarsa di penjara atas vonis pembunuhan anak wanita berumur 11 tahun pada 1987. Duckett dijadwalkan menerima suntikan meninggal pada Selasa siang.
Beberapa jam setelahnya, negara bagian berencana mengeksekusi Dominick Occhicone, 80. Berdasarkan info Death Penalty Information Center (DPIC), Occhicone bakal menjadi terpidana berumur 80-an tahun kedua nan dieksekusi dalam era modern balasan meninggal di AS. Ia dipidana atas kasus pembunuhan dobel terhadap orangtua mantan kekasihnya pada 1987.
Pastor Dustin Feddon, rohaniwan Katolik nan mendampingi para tahanan di barisan balasan meninggal (death row) Florida, mengaku prihatin dengan langkah mengejutkan ini.
"Saya tidak terkejut lagi dengan jumlah surat perintah eksekusi mati nan ditandatangani, tetapi bagi saya ini seperti gangguan pada sistem bahwa kita bakal mengeksekusi dua orang dalam kurun enam jam dari satu sama lain," kata Feddon.
Percepatan ini terjadi di bawah pemerintahan Gubernur dari Partai Republik, Ron DeSantis. Pada 2025, Florida mengeksekusi 19 terpidana mati, rekor tertinggi di negara bagian tersebut. Sepanjang tahun ini, Florida tercatat telah mengeksekusi 10 terpidana.
Gubernur DeSantis sebelumnya menegaskan pandangannya bahwa balasan meninggal merupakan langkah keadilan bagi family korban.
"Ada family korban nan mau memandang keadilan dilayani, dan saya melakukan bagian saya untuk mewujudkannya," ujar DeSantis pada November 2025.
Kekhawatiran Penasihat Hukum dan Aktivis HAM
Melakukan beberapa eksekusi dalam sehari terbilang langka di era modern AS, di mana hanya Arkansas (2017) dan Texas (2000) nan pernah melakukannya dalam 26 tahun terakhir. Catatan koreksional menunjukkan Florida terakhir kali mengeksekusi lebih dari satu orang dalam sehari pada 1964.
Para aktivis HAM menilai tekanan dari agenda nan berhimpitan berisiko memicu komplikasi pada proses suntik meninggal (botched execution). Kuasa norma kedua terpidana telah mengusulkan gugatan norma untuk menghentikan eksekusi nan jadwalnya berdekatan tersebut, namun upaya banding mereka tetap menggantung.
Meskipun upaya norma terus berjalan, Mahkamah Agung Florida telah menolak permohonan banding terkini dari kedua pihak. Tim pengacara Duckett sempat meminta penundaan lantaran hasil tes DNA pascavonis dinilai tidak konklusif, sementara pengacara Occhicone berdasar bahwa eksekusi pada lansia berumur 80 tahun melanggar larangan balasan sadis dan tidak manusiawi.
"Tugas Negara Bagian adalah memastikan keadilan ditegakkan, dan bukannya terburu-buru membunuh dalam kasus dengan keraguan serius atas kesalahan," tegas tim pengacara Duckett dalam pernyataan resminya. (CNN/Z-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·